Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rasa yang Enggan

Rasa yang Enggan

Eloknya kuncup bunga itu mekar mewangi

Namun dipilihnya angin untuk menggugurkannya

Menjadi bunga yang indah adalah sebuah kerinduan

Sayangnya bertabiat rapuh sudah menjadi jati diri

_

Di sebuah sudut taman, tampak juga dedaunan berserak tak berdaya

Berangan atas kasih yang tak kunjung sampai jua

Dicampakkan sang angin yang lembut, ia hanya berpasrah

Berserah pasrah adalah bentuk ikhtiar kerendahan hati, elaknya

_

Terlihat di selatan, sebatang pohon tergeletak lapuk

Mungkin saja ia pernah menjadi sang pengayom

Tumbang, tersebab sudah tiba masanya

Dirindukan tanah untuk bersubur

_

Pada akhirnya sang waktu telah meruntuhkannya

Diwujudkan, agar terpuasinya sang angan

Tetapi ia hanya bisa menunggu, meratap tak beranjak

Bermimpi di dalam mimpi, terjadi untuk yang tak akan terjadi

***

# Tagur hari ke-305 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post