Rasa yang Enggan
Eloknya kuncup bunga itu mekar mewangi
Namun dipilihnya angin untuk menggugurkannya
Menjadi bunga yang indah adalah sebuah kerinduan
Sayangnya bertabiat rapuh sudah menjadi jati diri
_
Di sebuah sudut taman, tampak juga dedaunan berserak tak berdaya
Berangan atas kasih yang tak kunjung sampai jua
Dicampakkan sang angin yang lembut, ia hanya berpasrah
Berserah pasrah adalah bentuk ikhtiar kerendahan hati, elaknya
_
Terlihat di selatan, sebatang pohon tergeletak lapuk
Mungkin saja ia pernah menjadi sang pengayom
Tumbang, tersebab sudah tiba masanya
Dirindukan tanah untuk bersubur
_
Pada akhirnya sang waktu telah meruntuhkannya
Diwujudkan, agar terpuasinya sang angan
Tetapi ia hanya bisa menunggu, meratap tak beranjak
Bermimpi di dalam mimpi, terjadi untuk yang tak akan terjadi
***
# Tagur hari ke-305 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
