Sebuah Takdir
Bagaikan mekar bunga di hamparan taman swargaloka
Harumnya semerbak, menggugurkan sendu
Warnanya menghiasi luasnya langit biru
Di sanalah kulihat goresan beribu cerita
_
Selarik angin membawa sari bunga kepada sang putik
Sehingga ia bertumbuh kembang tiada yang dapat mencegahnya
Mengundang seekor serangga untuk mencumbunya
Sampai ia hanya menyisakan sekeping ketabahan
_
Sementara di sudut lain taman
Tampak kelopak-kelopak bunga telah berguguran
Meskipun bunga itu berupaya mengelak
Namun, semua telah menjadi takdir ! dalihnya
***
Tagur hari ke-322
Natuna, 20-10-2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
