Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hari Puisi Indonesia

Hari Puisi Indonesia

Perayaan Hari Puisi Indonesia setiap tanggal 26 Juli sejak tahun 2012 sesuai kesepakatan penyair seluruh Indonesia. Untuk merayakan Hari Puisi Indonesia itu, maka Yayasan Hari Puisi Indonesia menyelenggarakan lomba cipta puisi , baca puisi, dan buku puisi. Segala informasi dan pengumuman terkait lomba tersebut ada di facebook ( grup Hari Puisi Indonesia ). 

Secara tak sengaja saya menemukan grup itu, kemudian bergabung dan ikut meramaikan dengan ikut lomba cipta puisi yang bertema “ Penyair dan Era Digitalisasi “ , selanjutnya memposting naskah pada laman grup. Hanya ikut menyemarakkan perayaan Hari Puisi Indonesia tanpa pernah berangan yang lain.

Beberapa hari lalu ada pesan dari panitia di inbox facebook saya, pesannya agar saya mengirim biodata dan foto ke surel panitia. Di pesan itu ada link pengumuman lomba cipta puisi, saya buka link ternyata ada nama saya di antara 100 penyair setelah diseleksi dari 700 naskah puisi. Untuk selanjutnya 100 naskah puisi tersebut akan dibukukan dengan judul bukunya “ Jejak Puisi Digital “. Dari 100 naskah puisi tersebut akan diseleksi lagi menjadi 6 puisi ( juara umum dan favorit ) yang akan diumumkan pada 30 Oktober 2021. Dan saya tidak berani berangan apalagi bermimpi untuk termasuk dalam 6 puisi itu. Namun saya tidak kuasa menolak takdir jika puisi saya terpilih.

***

Tak Dibatasi Ruang dan Waktu

 

Aku tulis sebuah sajak tentangmu

Yang tak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu

Sebagaimana imajinasiku berkelana dalam pelataran ribuan aksara

Mencari sebuah kata demi kata untuk kurangkai

_

Ku temukan engkau dalam larik personifikasiku

Menjadikan sajakku hidup dalam relung atmamu

Ia tak lagi terkungkung dalam jeratan larik yang tak mengenal keindahan

Karena sajakku senantiasa menyajikan pesona untuk dinikmati

_

Ku jumpai engkau dalam kalimat metaforaku

Membuat sajakku bersemayam dalam bilik hatimu 

Serupa putik-putik bunga yang menebarkan wewangian 

Kemudian selarik angin membawanya ke dalam jiwa-jiwa pencinta sastra

_

Kini, aku bebas untuk menguntai aksara

Karena tiada penah perjalanan zaman membatasinya 

Ia bebas mengembara dalam dunianya

Seperti seekor rajawali memintasi buana

 

***

Tagur hari ke-325

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post