Tanah Merah yang Basah
Ricik hujan jatuh satu-satu pada senja ini
Seperti tangis pilu pada bilik hati
Bagai tiada terobati lagi
Ketika engkau telah meninggalkan kami
_
Tanah merah itu kian basah oleh derai tangis yang tak tertahankan
Seperti mendekap erat raga dan hati untuk tidak meninggalkannya
Sebuah goresan sejarah, masih terpatri jelas dalam ingatan di jiwa
Engkau guratkan, menjelang kepergianmu
_;
Kami simpan kebaikanmu dalam lubuk hati terdalam
Sebagai pusaka keramat untuk meniti kehidupan berbangsa
Kami teladani semua perjuanganmu
Sebagai suluh dalam kehidupan anak bangsa
_
Telah engkau tinggalkan kami dalam kehidupan fana
Namun bayangmu, senantiasa terukir dalam jiwa
Kami tinggalkan pusaramu dengan airmata tak tersisa
Semoga engkau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya
* Untuk jasa para pahlawan yang telah gugur, Al Fatihah "
# Tagur hari ke-304 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
