Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tanah Merah yang Basah

Tanah Merah yang Basah

Ricik hujan jatuh satu-satu pada senja ini

Seperti tangis pilu pada bilik hati

Bagai tiada terobati lagi

Ketika engkau telah meninggalkan kami

_

Tanah merah itu kian basah oleh derai tangis yang tak tertahankan

Seperti mendekap erat raga dan hati untuk tidak meninggalkannya

Sebuah goresan sejarah, masih terpatri jelas dalam ingatan di jiwa

Engkau guratkan, menjelang kepergianmu

_;

Kami simpan kebaikanmu dalam lubuk hati terdalam

Sebagai pusaka keramat untuk meniti kehidupan berbangsa

Kami teladani semua perjuanganmu

Sebagai suluh dalam kehidupan anak bangsa

_

Telah engkau tinggalkan kami dalam kehidupan fana

Namun bayangmu, senantiasa terukir dalam jiwa

Kami tinggalkan pusaramu dengan airmata tak tersisa

Semoga engkau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya

* Untuk jasa para pahlawan yang telah gugur, Al Fatihah "

# Tagur hari ke-304 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post