Menjenguk Hati
Waktu senantiasa menghampiri kehidupan kita
Tak perlu kita menunggu atau menantinya
Ia pasti datang, tak mampu kita untuk menghindar atau mengelaknya
Ia seperti senja yang hadir dengan keindahannya
Ataupun serupa kelopak bunga yang tiba saatnya untuk bermekaran
Waktu jua yang merenda segala cerita dan kenangan indah yang kita simpan erat dalam hati kita
Kucoba menjenguk hatiku, masihkah cerita dan kenangan itu tersimpan ?
" Ternyata ia masih tersimpan utuh "
Entah denganmu, masih adakah cerita dan kenangan itu ?
Tapi kuyakin masih ada di hatimu, kutahu dari sinar matamu
# Tagur hari ke-341 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
