Siluet Rindu
Di sudut taman yang tak jauh dari hati
Engkau masih duduk tercenung
Seraya menatap rembulan yang bercahaya
Serasa tak ingin beranjak dari tempatmu
_
Sesekali terdengar senandung burung malam
Yang menembangkan tentang kesunyian beserta rindu
Di sudut hatimu engkau berusaha menjahit rindu yang mungkin telah koyak
Begitulah malam ini , rindu telah membawamu ke dalam relung hatimu sekaligus menakar arah hati
_
Sementara di sudut lain taman
Terlihat siluet selembar daun luruh
Dalam cahaya sang purnama yang kian memudar
Engkau berusaha menata hati agar tak ikut runtuh
_
Walaupun rindu telah membawamu ke dalam penantian tak berujung
Namun , telah engkau tetapkan hati untuk tak goyah
Bahwa siluet rindu bukanlah selembar daun yang tanggal
Yang memang sudah tiba waktunya ia gugur
***
# Tagur hari ke-343
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
