Setangkai Bunga Kasih
Pada setangkai bunga kasihmu, kelopak-kelopak doa tak akan pernah layu, putik cinta bertakhta mutiara kata, serupa azimat paling keramat.
Adalah engkau, mahluk Tuhan dengan hati sutra berpundak kokoh. Senyummu adalah keteduhan, tangismu ialah segala cemas berkemas tabah.
Kau ialah detak jantung yang pertama kali kukenali, rahim paling nyaman, pelita hidup paling terang.
Ibu, pengobat luka dari semua duka, mencintaiku sungguh dengan kasih yang tulus.
**"
Tagur hari ke-389
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
