Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bayangmu di antara Gelinang Jingga

Bayangmu di antara Gelinang Jingga

Di sudut senja ini, ada rasa sepi menggelayuti hatiku setelah sekian waktu engkau pergi. Kini, hanya secangkir kopi dan secarik kertas menemaniku. Kuseruput kopi dalam-dalam seperti aku ingin membuang rasa sepi ini. Sementara di luar sana senja kian temaram.

Tak seperti biasanya, selembar kertas itu cepat dipenuhi oleh guratan-guratan tinta namun kali ini tidak. Walaupun ia tetap setia menanti goresan-goresan yang akan dituangkan.

Namun, akhirnya kata demi kata telah kugoreskan bersamaan dengan sekelebat bayangmu di antara gelinang jingga. Hingga selembar kertas itu telah penuh aksara-aksara tentangmu. Seiring aroma kopi yang tak lagi menyengat dan senja yang kian memudar.

***

# 426

Tagur hari ke-30

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post