Hanya Bayangmu
Kini hanya bayangmu yang tertinggal dalam sudut hatiku serta sebait kata-kata sederhana di beranda atmaku.
Berbekal kerinduan, kuziarahi kisah-kisah romansa kita yang membuat aku tersenyum. Di saat lain kusambangi cerita yang tergores pilu, yang menjadikan nyaris luruh air mata . Sementara di luar sana senandung rinai hujan dan aroma tanah yang basah masih setia menemani.
Sajak-sajak cinta masih membersamai aku, walaupun gemuruh rasa menabuh dinding jantung. Namun aku bersyukur sebersit cahaya senantiasa mengawaniku.
Ternyata, kita telah berjarak. Bukan hanya raga yang sudah jauh akan tetapi hatimu tiada lagi tempat untuk melabuhkan rasaku.
***
# 420
Tagur hari ke-24
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
