Hingga Saatnya
Kita adalah sekelopak-kelopak bunga yang dengan setia menanti sang surya menyambangi. Dengannya kita akan bermekaran mengundang decak kagum, yang mungkin suatu saat angin membawa wewangian ke segenap penjuru mata angin.
Pun suatu waktu, kita telah mengundang serangga untuk menyinggahi. Kita selalu memberikan apa yang ia pinta tanpa pernah kita meminta apa yang telah kita berikan.
Dan pada saatnya, kita tak kuasa menolak ketika semesta telah menggugurkan kita namun setelah itu putik-putik bunga yang indah lahir kembali.
***
# 421
Tagur hari ke-25
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
