Meneguhkan Hati
Tak terhitung lagi jejak kaki yang telah ia tinggalkan pada jalan setapak kehidupannya. Sesekali menghampiri cerita yang meluruhkan air matanya, yang hampir tak tersisa. Namun, ia selalu menabahkan hati untuk terus berjalan bersama sepotong asa di dada dan matahari kehidupannya.
Tak terhitung lagi kepingan hati yang berserak pada kisah kehidupannya. Tersebab harapan yang pupus, membuat nyaris hatinya tak berbentuk lagi. Namun, sudah ia teguhkan hati untuk terus melangkah. Seraya menata hatinya bersama kelopak-kelopak bunga yang bermekaran di hati.
Tak terhitung lagi doa-doa yang ia langitkan seiring langkah kakinya untuk menjemput matahari yang lebih cerah. Bersama dengan harapan yang terwujud dan hati yang utuh kembali.
***
#406
Tagur hari ke-10
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
