Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Biarkan Saja

Biarkan Saja

Kulihat awan mendung menggantung, sesaat kemudian hujan telah runtuh, kita tak dapat menahannya. Biarkan ia luruh karena di lain waktu ia merindukan matahari.

Di sudut taman, terlihat dedaunan berguguran ketika angin menyapanya. Kita pun tiada mampu mencegahnya. Biarkan ia rebah, sebab di lain musim kelopak-kelopak bunga menanti tak sabar untuk lahir kembali.

***

# 432

Tagur hari ke-36

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post