Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Debu-debu Kota

Debu-debu Kota

Debu-debu berterbangan memenuhi udara yang terasa tak lagi teduh seiring nafas-nafas yang memburu.

Kulihat di sudut kota, rona wajah yang mengundang iba, sementara di kursi-kursi yang megah. Kita dengar tawa yang tak pernah putus.

Kota tiada pernah lagi berbelas kasihan kepada mereka yang lemah, yang kalah oleh putaran nasib. Hingga kita merindukan sebuah kedamaian.

***

# 430

Tagur hari 34

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post