Di Bawah Bayang Rembulan
Di bawah bayang rembulan , ku masih terpaku menatap sang purnama. Tersedu takjub ku memandang bersama kabut .
Ku ingin pergi ke tempatmu wahai bulan, di mana akan kudapati awan biru menghampar langit, bergelinang cahayamu yang penuh keteduhan.
Meski terkadang engkau harus mengalah pada waktu, terkoyak engkau membentuk sabit , kau tampakkan kembali kecantikanmu.
Begitupun di saat bintang-bintang tak bersamamu, namun tiada sedikitpun mengurangi keelokanmu.
Sempat kutorehkan tinta tuk tumpahkan rasa segala penasaran jiwa akan keindahanmu.
Serasa ku ingin mendekap engkau ke dalam pangkuanku duhai rembulan, agar engkau tak beranjak dari kehidupanku.
Begitu besar kuasa Sang Pencipta, engkau tercipta sebagai penghias semesta, hari tiada jemu memandangmu kini dan nanti.
***
# 452
Tagur hari ke-56
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
