Di Suatu Pagi
Pagi masih muda sekali, ketika engkau melangkah perlahan menuju taman.
Selembar daun trembesi melayang jatuh tepat di rambutmu. Mengabarkan tentang malam yang hampir saja usai
Engkau tatap sebutir embun yang luruh dari ujung sepucuk daun. Serasa ingin engkau tangkup embun itu dengan kedua tanganmu kemudian engkau basuh ke wajahmu bahwa pagi akan segera beranjak .
***
# 449
Tagur hari ke-53
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
