Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hati yang Patah

Hati yang Patah

Entah sudah berapa lama, doa-doa kuhentikan 

Bukan karena angkuh, hanya saja Tuhan lebih tahu 

Kemana arah bahagia itu harus di tuju dan yang pasti tak pernah salah 

 

Sejenak kutermenung, gairahku hilang 

Seketika ruanganku seperti hampa udara 

Apa yang terjadi pada hatiku ? 

Mungkinkah ini luka baru ? 

Ataukah sisa luka lama yang dipaksa reda sebelum waktunya ? 

 

Sebuah batas antara cinta dan luka hadir di hadapan mata 

Memaksa untuk memberi kepastian menghapus segala hal baik atau tetap menjadi baik 

Lalu hati memilih kembali sunyi menikmati senyap 

Sendirian menyesapi sepi tanpa kawan membenamkan sekeping kecewa 

Meredakan setumpuk perasaan 

 

Kepada hati 

Tetaplah baik-baik saja 

Meski tak paham baikmu demi siapa 

 

Kepada hati 

Tetaplah baik-baik saja 

Utuhlah kembali dari patah 

Dan jangan jatuh lagi ke hati yang salah 

 

*** 

#447 

Tagur hari ke-51

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post