Hati yang Patah
Entah sudah berapa lama, doa-doa kuhentikan
Bukan karena angkuh, hanya saja Tuhan lebih tahu
Kemana arah bahagia itu harus di tuju dan yang pasti tak pernah salah
Sejenak kutermenung, gairahku hilang
Seketika ruanganku seperti hampa udara
Apa yang terjadi pada hatiku ?
Mungkinkah ini luka baru ?
Ataukah sisa luka lama yang dipaksa reda sebelum waktunya ?
Sebuah batas antara cinta dan luka hadir di hadapan mata
Memaksa untuk memberi kepastian menghapus segala hal baik atau tetap menjadi baik
Lalu hati memilih kembali sunyi menikmati senyap
Sendirian menyesapi sepi tanpa kawan membenamkan sekeping kecewa
Meredakan setumpuk perasaan
Kepada hati
Tetaplah baik-baik saja
Meski tak paham baikmu demi siapa
Kepada hati
Tetaplah baik-baik saja
Utuhlah kembali dari patah
Dan jangan jatuh lagi ke hati yang salah
***
#447
Tagur hari ke-51
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
