Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Cinta Pergi

Ketika Cinta Pergi

Dada ini terasa lapang, tak lagi terasa himpitan yang menyesakkan. Segala sesak telah Lenyap ketika engkau tuturkan sebuah kata di telingaku. Hingga kini masih terngiang di jiwa.

Engkau katakan, bahwa cinta tak harus memiliki, saat ia hadir tanpa engkau terka kita tiada dapat mengelaknya, pun di lain waktu maka engkau harus siap melepasnya pergi.

Saat itulah engkau diuji, jika engkau ikhlas maka ia seperti matahari yang tak pernah henti menyinari setiap sudut kehidupan.

Namun jika engkau sebaliknya, maka terasa dadamu seperti tak mampu menampung air mata duka

***

# 435

Tagur hari ke-39

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post