Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketika Mesti Luruh

Ketika Mesti Luruh

Setetes embun masih menggantung di ujung pucuk daun, serasa ia masih ingin menggelayuti tetapi kemudian tak lama ia pun luruh ke bumi yang telah menantinya.

Bercampur dengan tanah yang basah, sebab sepanjang malam tangis langit tumpah. Kini embun itu mesti mengikhlaskan diri harus bercampur dengan genangan air.

Namun yang pasti, embun telah membuat daun bersuka cita karena tak lagi ia menanggungnya dan genangan air itu yang telah menyatu dengannya.

***

# 444

Tagur hari ke-48

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post