Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Malam Kelam di Ukraina

Malam Kelam di Ukraina

Malam itu terasa cepat sekali, mimpi yang belum usai, raga letih masih mendera, serasa malam tak ingin lekas beranjak.

Namun, seketika berubah saat suara dentuman memecah kesunyian, suaranya menggetarkan jiwa, mengetuk dinding jantung berulang-ulang, percikan api berkilauan menutup cahaya mata. Desing peluru berlomba-lomba di atas kepala.

Sekejap kemudian suasana berubah, damai yang dulu kita rasakan telah hilang. Ia tak mampu melawan nafsu yang bersemayam dalam atma. Kebahagiaan dan kegembiraan tak lagi kita lihat pada wajah-wajah polos, kini kita saksikan wajah-wajah yang penuh kecemasan.

Jerit dan tangis silih berganti di antara suara ledakan. Seorang ibu harus merelakan putranya untuk membela tanah air tercinta. Di sudut lain, seorang wanita muda melepas kepergian sang suami dengan derai air mata sebab sang putra tak pernah lagi melihat sang ayah.

Kita hanya dapat melantunkan doa kepada Tuhan, agar perang segera berakhir, sirna segala angkara murka. Agar kita tak lagi menyaksikan korban-korban berjatuhan juga puing-puing yang berserakan.

***

#451

Tagur hari ke-55

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post