Sebuah Perjalanan
Air yang bening itu mengalir indah di antara sela-sela bebatuan. Ia berasal dari sebuah hulu yang tak pernah kering, sekalipun musim kemarau mendera.
Betapa sabar air itu melalui setiap lekuk episode kehidupannya. Di sepanjang jalan banyaklah ragam ia jumpai, suatu saat ia temui sebuah batu yang kuat kokoh. Namun, di lain waktu , ia temui bebatuan yang rapuh tak mudah untuk bertahan. Walaupun begitu ia tetaplah bening.
Betapa tabah air itu, ketika tak lagi merasakan keteduhan karena pepohonan yang telah tiada entah kemana. Juga ikan-ikan yang beranjak pergi tak mau lagi bersemuka tersebab air tak lagi jernih.
Akan tetapi disimpannya rasa risau itu, tiada pernah ia mengeluh dan ia pun tersenyum ketika menjumpai sebuah muara. Yang berarti telah usai perjalanan.
***
# 429
Tagur hari ke-33
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
