Istana Jerami
Telah sekian purnama berlalu, sekian waktu itu juga ia lesapkan asa. Nampak di pelupuk mata, berbatang-batang padi telah merunduk.
Padi yang gemuk berisi menanti untuk dipetik. Merunduk ia enggan disentuh. Padi yang kurus tak berisi, malu ia untuk dipandang.
Berpuluh pasang kaki memenuhi pematang sawah, ada yang sekaligus menenteng serantang makanan, di sebuah sudut sawah terlihat pak tani dan bu tani menikmatinya ditemani secangkir kopi hangat.
Tampak wajah ceria mewartakan tentang irigasi yang tak pernah kering, cuaca yang selalu bersahabat. Ada oleh-oleh sekeranjang kebahagiaan dibawa ketika pulang. Sepasang pipit pun ikut bergembira dengan membangun istananya.
***
# 440
Tagur hari ke-44
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
