Tubuh Ibu
Ibu, di setiap tubuhmu menyimpan kasih-Nya
Sepasang bola matamu memancarkan kehangatan
Seperti pancaran cahaya matahari yang tak pernah redup
Selalu meluruhkan setiap duka yang menghampiri
_
Bibirmu tempat lahirnya doa keramat
Menjadi penuntun di saat gundah menyelimuti hati
Menjadi penunjuk di waktu risau mencengkeram jiwa
Tak pernah sekejap pun doamu putus
_
Lengkung senyummu membawa keteduhan pada atma
Serupa dengan sinar rembulan yang tak pernah memudar
Memapah langkah ketika tangguh perlahan runtuh
Memberi peluk saat aku ambruk terpuruk
_:
Tulang rusuk yang terbentuk dari ketabahan itu adalah engkau ibu
Tak pernah patah sedikitpun
Walaupun terkadang ringkih langkahmu
Tapi syukurmu terdengar fasih
_
Jika engkau sedang mengetuk pintu langit
Selipkan sedikit pinta untuk kausampaikan pada-Nya
Agar aku selalu bersimpuh padamu
Di saat dunia yang tak pernah menentu
***
# 443
Tagur hari ke-47
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
