Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tubuh Ibu

Tubuh Ibu

Ibu, di setiap tubuhmu menyimpan kasih-Nya 

Sepasang bola matamu memancarkan kehangatan 

Seperti pancaran cahaya matahari yang tak pernah redup 

Selalu meluruhkan setiap duka yang menghampiri 

Bibirmu tempat lahirnya doa keramat 

Menjadi penuntun di saat gundah menyelimuti hati 

Menjadi penunjuk di waktu risau mencengkeram jiwa 

Tak pernah sekejap pun doamu putus 

Lengkung senyummu membawa keteduhan pada atma 

Serupa dengan sinar rembulan yang tak pernah memudar 

Memapah langkah ketika tangguh perlahan runtuh 

Memberi peluk saat aku ambruk terpuruk 

_:

Tulang rusuk yang terbentuk dari ketabahan itu adalah engkau ibu 

Tak pernah patah sedikitpun 

Walaupun terkadang ringkih langkahmu 

Tapi syukurmu terdengar fasih 

Jika engkau sedang mengetuk pintu langit 

Selipkan sedikit pinta untuk kausampaikan pada-Nya 

Agar aku selalu bersimpuh padamu 

Di saat dunia yang tak pernah menentu 

 

*** 

# 443 

Tagur hari ke-47

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post