Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berfikir Menyiksa Diri

Berfikir Menyiksa Diri

"Allah tidak akan membebani seorang hamba melainkan sesuai dengan kemampuannya"

Allah menciptakan manusia sudah memiliki kelebihan di bandingkan dengan makhluk yang lain, makanya Allah mengatakan "inni ja'ilun fil ardhi khalifah" Sesungguhnya aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

Kalau Allah yang mau menciptakan khalifah, yang berarti adalah pemimpin, pengatur dan pengendali artinya yang akan diciptakan Allah itu bukan makhluk sembarang, dia pasti dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Allah sebelumnya.

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat sempurna "manusia adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Allah". Yang membuat manusia adalah makhluk sebaik bentuk, bukan hanya karena susunan dan struktur bentuknya, seperti cantik, tampan saja, fitur yang paling canggih pada manusia itu adalah "Akal"

Dengan akal inilah manusia mengendalikan kehidupan, mengatur dan mengelola alam untuk kelangsungan hidup, sejak manusia pertama sampai sekarang manusia telah melahirkan berbagai peradaban dalam skala kecil ataupun besar. Puncaknya peradaban manusia sebagaimana yang kita saksikan hari ini, itu semua dikelola dan diolah oleh akal manusia.

Dari masa ke masa manusia akan terus berfikir melahirkan berbagai peradaban, apakah peradaban itu berupa kemajuan atau berupa kehancuran. Akal fikiran manusia memang memiliki fikiran ganda, satu sisi untuk membangun peradabannya sendiri dan di sisi lain untuk menghancurkannya.

Kita lihat ditingkat yang paling bawah, per individu, berdikir yang melebihi kapasitas akal dan nalarnya sendiri. Sesuatu yang belum pasti terjadi esok hari, apakah itu berupa kesialan atau keberuntungan, akal dipaksa berfikir tentang sesuatu di luar jangkauannya, akibat yang terjadi stres, frustasi dll.

Ini namanya berfikir menyakiti diri, bagi kita sebenarnya hidup ini sangat sederhana, kerjakan apa yang bisa dsn tinggalkan apa yang diluar kendali, namun bagi kebanyakan orang tidak bisa menyederhanakan cara berfikir seperti ini, hidup baginya mesti perfect.

Kita memang dilengkapi akal untuk berfikir tentang kemajuan, tapi ingat akal juga ada batasnya, apabila telah melebihi batas maka yang terjadi adalah over dosis. Saya pernah membaca pesan Almarhum Gusdur yang di pos oleh teman-teman di fb, kata beliau

Dalam itu cuma ada masalah, pertama masalah yang dapat diselesaikan, maka berfikirlah untuk menyelesaikannya, sebenarnya ini bukan masalah karena dapat diselesaikan, yang kedua masalah yang tidak dapat diselesaikan, maka jangan difikirkan karena memang tidak akan selesai, gitu aja kok repot... hehehe.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post