Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Bertanya kepada Rasulullah SAW

Pada suatu hari, di dalam majelis Rasulullah, seorang sahabat duduk dengan wajah penuh kegelisahan. Matanya menunduk, jemarinya saling menggenggam, seolah ada sesuatu yang berat di hatinya. la menghela napas, lalu dengan suara lirih, ia berkata,

"Wahai Rasulullah, aku ingin bertanya... tetapi aku khawatir, mungkin pertanyaanku ini akan membuatku semakin malu di hadapan Allah"

Rasulullah tersenyum lembut, beliau penuh kasih sayang.

"Katakanlah, wahai saudaraku. Tidak ada pertanyaan yang membuat seseorang hina jika ia bertanya untuk mencari kebaikan"

Sahabat itu mengangkat wajahnya perlahan, matanya mulai berkaca-kaca.

"Wahai Rasulullah, aku merasa sholatku sering tidak khusyuk. Kadang aku mengingat urusan dunia, kadang pikiranku melayang entah ke mana. Aku takut sholatku tidak diterima oleh Allah... apakah dengan sholat seperti itu, aku tetap mendapatkan pahala?"

Sekejap, suasana menjadi hening. Para sahabat yang lain menunduk, merasakan kegundahan yang sama. Mereka tahu betapa beratnya pertanyaan itu.

Namun, yang terjadi setelahnya benar-benar tak terduga. Rasulullah tidak segera menjawab. Beliau menatap sahabatnya itu dalam-dalam, lalu air mata mulai membasahi pipi beliau.

Para sahabat terkejut-mereka jarang melihat Rasulullah menangis dalam keadaan seperti ini. Dengan suara bergetar, Rasulullah berkata :

"Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh setan tidak akan pernah berhenti berusaha mencuri bagian dari sholat seorang hamba, hingga ia teralihkan. Tetapi ketahuilah... Allah tetap melihat usahamu"

Beliau menarik napas dalam, lalu melanjutkan,

"Wahai saudaraku, jika engkau meninggalkan sholat hanya karena takut tidak khusyuk, maka setan akan menang. Tetapi jika engkau tetap berusaha sholat meski dengan kehadiran pikiran yang mengganggu, ketahuilah... setiap kali engkau berusaha kembali kepada Allah dalam sholatmu, saat itulah Allah menyambutmu"

Air mata sahabat itu jatuh. la menangis, begitu pula para sahabat lainnya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post