Catatan Akhir Tahun II
Muhasabah
Kita awali muhasabah ini dari ungkapan Syekh Muhammad An-Nawawi Al-Batani yang beliau jelaskan dalam Marah al-Labid jilid II. Sebagai berikut:
وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ برة أو فاجرة ما قَدَّمَتْ لِغَدٍ، أي ما تريد أن تحصله ليوم القيامة فتفعله، وَاتَّقُوا اللَّهَ بأداء الواجبات وترك المعاصي
Artinya: “Hendaknya setiap orang memperhatikan baik-buruknya perbuatan yang akan dilakukan untuk kebaikan esok hari, yakni sesuatu yang ingin diperoleh untuk hari kiamat maka lakukanlah yang terbaik. Bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan segala kewajiban dan meninggalkan segala maksiat”.
Yang pasti di terjadi di awal tahun ini adalah bertambahnya umur kita dengan makna berkurangnya jatah hidup dan itu sebagai tanda dekatnya kita dengan kematian diri. Apa yang telah kita rasakan hari ini, apakah itu berupa nikmat kesenangan, kebahagian ataupun berupa musibah, bencana, sakit dan bentuk kesengsaraan lainnya, semua itu adalah hasil dari usaha yang telah kita lakukan sebelumnya.
Hari ini, di sebagian besar daerah kita terutama di Sumatera telah terjadi bencana besar, hujan yang turun dengan intensitas yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan banjir besar, galodo besar yang menyapu bersih apapun yang dilewatinya, rumah, sawah, jalan, sekolah, ratusan nyawa hilang tanpa jejak terimbun oleh lumpur yang menggunung, semuanya hancur dalam hitungan menit. Indonesia kembali berduka, duka kita bersama.
Tidak elok untuk saat ini, kita mencari siapa yang salah, siapa yang bertanggung jawab atas musibah besar ini. Allah tidak akan menurunkan musibah, melainkan hamba itu sendiri yang mengundangnya, musibah itu datang tidak pandang bulu, dia menimpa siapa saja, yang baik kena yang tidak baik juga kena. Semua kita mesti memuhasabah diri dalam musibah ini, lakukanlah sebelum terlambat.
Bagi kita yang selama ini, mungkin tidak terlalu mempedulikan hukum Allah, sholat sering tinggal, puasa sering bolong, zakat dan sedeqah sangat jarang, jika itu selama ini yang tertinggal untuk tahun kedepan kembalilah untuk mengerjakannya dengan keikhlasan hati, tunduk dan patuhlah pada-Nya.
Bekerja dan beramallah dengan hati, jangan beramal semata-mata karena mengharapkan pahala, amal merupakan salah satu wasilah untuk sampai pada redha Allah, Agama bukan hanya persoalan pahala, Islam adalah agama yang sempurna sebagaimana sempurnanya pembawa risalah itu. Jadi kalau dalam beramal hanya mengharapkan pahala, apa bedanya kita dengan anak-anak kita?
Sudah berapa banyak perbuatan mengundang bencana yang telah kita lakukan? Secara individu mungkin tidak terhitung lagi, baik terang-terangan atau secara sembunyi-sembunyi, dosa yang menyebabkan cepatnya datang mereka Allah adalah, melawan pada orang tua, menzalimi sesama muslim, memakan yang tidak kita, judi, riba, pergaulan bebas, lgbt dll.
Apabila maksiat sudah dilakukan terang-terangan, hanya tinggal menunggu waktu datangnya bencana, tidak ada lagi rasa bersalah ketika melakukan maksiat, ini sebagai pertanda padamnya cahaya qalbu, maka manusia akan berbuat sesuka nya, yang kuat menindas yang lemah, yang pintar menjahili yang jahil, hidup ini tidak ada bedanya dengan hukum rimba.
Masa ini sudah dekat dan mungkin sudah terjadi di sebahagian negeri ini, atau bisa jadi kita sendiri yang telah melakukannya. Sebelum murka Allah tambah dekat di negeri kita ataupun pribadi kita, Allah masih memberikan pintu untuk masuk kedalam Rahmat-Nya, segeralah kembali berbenah diri, mensucikan hati, menjalani hidup menurut maunya Allah, bukan menurut maunya hawa nafsu kita.
Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi sebelumnya, apakah itu bencana alam yang datang silih berganti, atau maksiat yang kita lakukan secara perorangan, lgbt, zina, dll. Jadikanlah semua itu sebagai asabab bagi kita untuk mengetuk pintu rahmat dan pertolongan Allah, akui dan pasrahkan diri pada Allah bahwa kita adalah hamba-Nya yang jahil, berlumur maksiat. Semoga Allah membukakan pintu rahmat dan tobat untuk kita semua. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan