Ikhlas dalam Rutinitas
Ikhlas dalam Rutinitas
Kesibukan kita dalam mencari karunia Allah, telah menjadikan kita sibuk dalam berbagai urusan, kesibukan itu juga telah membentuk kita untuk mengerjakan pekerjaan secara berulang-ulang, yang sering kita sebut dengan rutinitas, dengan rutinitas yang berulang-ulang itulah kita dapat memenuhi kebutuhan hidup primer dan Sekunder. Dan itu adalah pekerjaan yang paling di cintai Rasulullah SAW, terutama orang yang bekerja dengan menggunakan tenaga dan usahanya sendiri.
ما أكَلَ أحَدٌ طَعامًا قَطُّ، خَيْرًا مِن أنْ يَأْكُلَ مِن عَمَلِ يَدِهِ، وإنَّ نَبِيَّ اللَّهِ داوُدَ عليه السَّلامُ، كانَ يَأْكُلُ مِن عَمَلِ يَدِهِ
”Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari memakan makanan hasil kerja tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah Dawud ‘alaihissalam dahulu makan dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR. Bukhari no 2072)
Banyak ragam rutinitas yang telah kita kerjakan, setiap kita pasti punya rutinitas, ada rutinitas yang menghasilkan dan ada pula rutinitas yang merugikan, rutinitas yang menghasilkan yang baik seperti petani, pergi kekantor, guru dosen, dokter, polisi, jaksa, apapun yang kita kerjakan setiap hari secara berulang-ulang itu adalah rutinitas.
Sekarang yang menjadi persoalan kita, merasa bosan dan cepat jenuh denga rutinitas tersebut, katakanlah sebagai seorang guru, setiap hari mesti berangkat kesekolah jam 6.30 dan pulang jam 16.30, menghadapi anak-anak yang sama atau yang pergi ke kantor jam 7.30 pulang 16.30 yang selalu mengahadapi kertas dan benda-benda mati setiap hari.
Bagi orang yang hanya berorientasi kerja untuk materi tentu akan banyak menderita kebosanan dari rutinitas tersebut, sebab baginya kerja adalah uang. Namun bagi kebanyakan kita, kerja bukan hanya sekedar rutinitas belaka yang tanpa makna, baginya kerja adalah ibadah, ibadah bukan hanya sholat, puasa, haji, zakat.
Semua aktifitas yang kita lakukan adalah ibadah jika itu di niatkan untuk mencari redha Allah, menjadi petani adalah ibadah dan Allah redha dengan itu, menjadi guru dan dosen itu adalah ibadah dannAllah redha dengan itu. Sehingga bagi orang yang meyakini kerja itu adalah ibadah, maka ia tidak akan pernah bosan mengerjakan sesuatu yang redahi Allah.
Contoh sederhananya seperti kita sholat, pernahkah kita merasa bosan dengan sholat 5 kali sehari semalam? Kita belum pernah mendengar orang Islam yang berkata "saya sudah bosan melaksanakan sholat"?
Merasa capek dan lelah itu sudah pasti, dan itu wajar. Lelah yang disebabkan karena mencari redha Allah, ini yang paling Allah senang, kunci dari mendapatkan redha Allah belajarlah kita ikhlas karena Allah tentang apa saja yang kita lakukan, jika ilmu ikhlas sudah merasut ke dalam hati, maka yang jauh akan terasa dekat, yang berat akan terasa ringan, yang sulit akan terasa mudah.
Keindahan dan nikmatnya ikhlas bukan pada kata-kata mutiara yang sering kita baca, nikmat ikhlas akan kita rasan dengan perbuatan dan tindakan kita sehari-hari, perbuatan kita sehari-hari adalah rutinitas, maka jalanilah rutinitas itu dengan ikhlas niscaya kita akan mendapatkan redha Allah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan