Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kurang-Kurangilah Bermaksiat

Taat dan maksiat dual hal yang tidak dapat dipisahkan dari dalam diri setiap manusia, kenapa seseorang dikatakan taat, karena dia hidup dan berjalan sesuai aturan, tidak melawan, tidak ingkar dan tidak banyak berbuat kesalahan. Begitupun dengan maksiat, seseorang bisa dikatakan bermkasiat karena berjalan dan hidup tidak sesuai aturan keluar jalur, banyak mengerjakan perbuatan yang dibenci, ingkar dls. 

Adakah orang di dunia ini yang hidupnya selalu dibalut dengan ketaatan, suci tanpa dosa? Begituan sebaliknya adakah orang di dunia ini yang hidupnya berlumuran dengan maksiat? Rasanya tidak akan ada manusia sepérti Nabi atau Malaikat, karena hakikat dari manusia itu sendiri adalah media untuk taat dan maksiat. 

Godaan di zaman ini untuk bermaksiat jauh lebih komplik, dulu kalau mau bermaksiat dilakukan di tempat yang sunyi, mencari dan merampok di malam hari, mabuk dan judi dilakukan ditempat yang jauh dari kampung. Sekarang? Berzina dan LGBT dilakukan di Madrasah dan Mesjid, mencuri, mabuk dilakukan terang-terangan, judi dan zina dilegalkan, dengan kemajuan teknologi dari dalam rumah orang dapat melakukan maksiat apa saja, mulai dari judi online sampai zina mata. Begitu Sangat² mudah di zaman sekarang untuk bermaksiat. 

Untuk melakukan ketaatan juga tidak kalah mudahnya cukup dari dalam rumah saja, semua orang dapat memutar kajian online dari berbagai media dan dari berbagai di siplin ilmu, belajar berbagai hal untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ketaatan, mulai kajian fiqih, aqidah, filsafat, tafsir hingga tasawuf semua itu sudah berada dalam genggaman kita. 

Dulu kalau mau mencari dan mendalami satu bidang ilmu mesti mempersiapkan bekal yang banyak dan mental yang kuat serta waktu yang panjang. Namun di zaman ini, itu tidak berlaku lagi, dunia sudah serba instan, lebih instan dari mie instan hehehe. 

Bisa jadi yang mendorong orang taat mendadak, ataupun jadi ustadz mendadak karena zaman instan semua dilakukan serba cepat, begitupun yang mendorong orang melakukan maksiat karena akses untuk melakukan maksiat itu terbuka lebar. 

Yang perlu kita ilmui dengan mendalam dari maksiat dan taat adalah di mulai dari bahasa yang sederhana, bahwa tidak ada sedikitpun maksiat yang dilakukan akan membawa pada kebahagian dunia dan akhirat, artinya sekecil apapun maksiat yang dilakukan ujungnya adalah kepedihan. Maksiat memang banyak dibalut dengan kesenangan, tapi itu hanyalah kulitnya, zina memang enak, judi dan mabuk memang asyik, tapi adakah semua membawa kebahagiaan, jelas tidak akan pernah ada. 

Maksiat di jadikan Allah untuk menguji seberapa taat kita aturan Allah, ketaatan kita pada Allah untuk menguji seberapa dalam keikhlasan dan redha kita pada Allah. Dengan ilmu yang serba cepat di dapat banyak orang yang taat, tapi tidak kenal dengan Allah, taat pada aturan tapi tidak kenal dengan sang pembuat aturan. 

Maka dalam hal ini, orang yang melakukan maksiat yang mengakui dan merasa hina di hadapan Allah lebih baik dari pada orang yang taat, tapi tidak kenal dengan Allah, yang merasa mulia dan suci dengan amal yang dilakukan. 

Maksiat akan mendatang musibah, bencana baik untuk diri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara. Apabila orang-orang yang berada dalam ketaatan tidak mengingatkan para pelaku maksiat untuk bertobat, musibah untuk orang yang taat apabila ia menghindar dan menjauh dari pelaku maksiat dan merasa diri paling suci. 

Kita yang selama ini terjebak dalam maksiat, mulai sekarang berusahalah untuk mengurangi kalaupun belum bisa menghindari seluruhnya, kita pasti bisa menghindar dari maksiat seberapun sulitnya, kalau Allah sudah menginginkan kita dekat-Nya, maka tidak ada yang sulit, yang penting mulai dan jangan putus asa dari Rahmat-Nya. 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post