Langkah Tanpa Jejak
Langkah tanpa Jejak
Berjalan dalam gelapnya hidup yang dihiasi oleh kesenangan sesaat, menapaki langkah demi langkah untuk terus berjalan dalam memilah dan memilih mengambil yang terbaik meninggalkan yang buruk, untuk bekal menuju keabadian.
Namun langkah itu selalu tersandung oleh kemilauan dan godaan hidup, terhenti pada kesenangan semu, diri terbelenggu oleh kenikmatannya, kaki tidak mampu lagi untuk di langkahkan maju, jalan melangkah kedepan nampak untuk meninggalkan semua rayuan dan godaan, tapi apalah daya langkah tetap seperti berjalan di tempat.
Melangkah tanpa jejak, berusaha tanpa hasil? Inikah kondisi ruhani diri kita saat ini. Ujian yang datang sudah silih berganti, bencana yang melanda sudah tak terhitung memberikan berbagai isyarat untuk direnungkan dan setelah itu berbenah diri menuju redha Ilahi.
Tapi semua itu hanya sesaat, tersadar sebentar namun tidak keluar dari kondisi sebelumnya. Peringatan seperti apalagi yang akan diberikan agar kita benar-benar sadar atau kita menginginkan ujian seperti umat Nabi Nuh yaitu banjir bah yang belum pernah terjadi sebelum dan sesudahnya yang begitu dahsyat atau ujian seperti umat Nabi Luth di mana mereka mati sambil berdiri sehingga mayat bergelimpangan di mana-mana karena terkejut azab datang tiba-tiba.
Apakah itu yang kita inginkan sehingga baru tersadar dan melangkah menuju-Nya tanpa ada yang menghalangi. Itu umat Nabi-nabi sebelumnya, kita ini umat akhir zaman, umatnya penutup para Nabi, Allah nanti akan benar-benar menunjukkan keadilannya pada siapa saja yang benar langkahnya namun tetap tersandung dengan godaan duniawi dan orang yang melangkah dalam kemunafikan menuju Rabnya.
Yang dirinya sadar dan terhina dengan langkah kaki yang selalu terjerat oleh godaan kehidupan, tetaplah berharap tanpa ada putus asa sedikitpun pada Rahmat Allah, suatu saat kita akan melangkah menuju-Nya dengan bimbingan Rahmat-Nya.
Hari ini mungkin jiwamu terhina dengan langkah tanpa jejak, pesakitan dalam kesendirian, setiap doa dan zikirmu bagaikan butir pasir di atas batu hilang tanpa bekas ditiup angin, disebabkan langkahmu yang selalu tersandung dalam nikmatnya dunia. selama itu bukan dalam kemunafikan, Tuhan tidak akan pernah sia-siakan langkahmu itu.
Diri kita bukanlah siapa-siapa, bukan orang sholeh, bukan pula wali, apalagi keturunan para habaid, kita tidak akan pernah di pandang oleh Allah, kalau bukan karena para kekasih Allah, tetaplah mencintai orang yang dicintai Allah, paling tidak kita akan mendapatkan berkah dari mencintai mereka.
Karena kita bukan siapa-siapa dihadapan Allah, maka mencintai kekasih Allah wajib hukumnya bagi kita, sebab karena dialah Allah memandang pada diri kita. Doa dan zikir kita kalau bukan karena wasilahnya akan sangat sulit untuk menembus langit, bukankah ribuan doa sudah kita langitkan pada-Nya belum ada satupun sampai pada-Nya? Kalaupun sampai tapi Dia melengahkan doa kita, walaupun kita menyakini Dia Maha mendengar dan Maha Menepati janji dan juga menyakini janji-Nya akan mengabulkan doa orang yang berdoa.
Mungkin karena ada yang terlalaikan dari doa itu, makanya doa kita selalu membumi. Dan kalau kekasih-Nya yang berdoa, tidak perlu menunggu waktu lama do'anya akan langsung diijabah oleh Allah, karena dia berdoa terbebas dari keterikatan, dan kebutuhan pada benda. Inilah salah satu rahasia doa orang-orang sholeh selalu kabulkan Allah.
Kesimpulan: teruslah melangkah mendekat pada yang Maha dekat, Dia akan mendekati orang yang dikehendaki-Nya, langkah yang yang teseot-seot dalam mencari Rahmat-Nya, adalah bukti ketulusan hati menuju pintu Rahmat-Nya...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
