Mencari Yang Hilang
Siapa kita? Kita tidak hanya terdiri dari fisik, kepala, mata, wajah hidung, badan, kaki dll. Tapi kita lebih dari itu. Kenapa ada sakit dan ada senang, lebih pendeknya kenapa dalam hidup ini diciptakan berpasang-pasangan? Semua pertanyaan ini mesti kita jawab dan yang pasti jawabannya akan berbeda-beda sesuai dengan kedalaman pengetahuan dan sudut pandang yang digunakan dalam memahaminya.
Dan satu hal yang jelas, jika melihat dari pandangan materi atau dunia nyata berarrti ada yang hilang dari diri kita, sebab pandangan dari sisi ini mengandung banyak kelemahan, salah satu diantara kelemahannya adalah terbatas pada yang nampak, sementara kehidupan jauh lebih rumit dari sekedar apa yang terlihat oleh mata.
Kita sering mendengar dan bahkan melihat, Orang-orang kaya, memiliki banyak fasilitas dalam hidup, tapi kenapa masih ingin terus memperkaya diri, dengan cara-cara yang sudah bercampur aduk antara yang tak dan yang bathil, dan kita juga sering mendeangar berbagai keluhan mereka dalam menghadapi hidup ini, ini berarti ada yang hilang dari dalam mereka.
Dan yang lebih rumit lagi yang kita lihat dan saksikan adalah orang yang kurang beruntung dalam hal materi atau pekerjaan, namun merasa tidak bahagia dan hidup penuh dengan keluh kesah berkepanjangan, ini tentu ada juga yang hilang dari dalam dirinya.
Dalam perkara yang agak lebih besar seperti dunia pendidikan kita, di banyak sekolah kita tidak begitu banyak menemukan kekurangan fasilitas belajar, atau metode mengajar yang sesuai dengan perkembangan zaman, tapi hasilnya masih jauh dari yang diharapkan, bahkan kalah jauh dengan sekolah-sekolah yang terpencil yang masih kekurangan fasilitas. Tentu ini adalah sebuah kesalahan dan pasti ada sesuatu yang hilang dari lembaga tersebut.
Jika kita selami agak lebih dalam, kenapa dari berbagai persoalan yang kita hadapi tersebut sulit dicarikan jalan menjadi solusi permanen? Walaupun sebenarnya persoalan yang kita hadapi antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.
Sebenarnya inilah yang menjadi pokok persoalan kita ibarat kata orang-orang yang ada dipegadaian "menyelesaikan masalah tanpa masalah" Apa ada yang seperti ini? Dalam ajaran islam inilah yang diajarkan.
Kembali pada diri sendiri, melihat diri lebih dalam, adalah kunci dari semua persoalan yang kita hadapi. Mau mendengarkan orang lain, dan mau mengakui kesalahan dan kekurangan diri merupakan awal bagi diri kita untuk menemukan sesuatu yang hilang.
Apa yang hilang dari diri. "Rohaniah "
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan