Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Rasa Ber-Tuhan Tak Kunjung di Rasa

Di mana dan kapan rasa Bertuhan dapat dirasakan, apakah pada saat sholat, puasa, zakat, haji atau pada waktu-waktu tertentu saja? Tak diragukan lagi bahwa orang yang melakukan ibadah dengan baik seperti sholat akan merasakan nikmatnya sholat, ada rasakan ketenangan dalam dirinya ketika sudah selesai dari sholat tersebut, namun rasa nikmat itu tidak bertahan lama, hanya sesaat.

Nah ini dia, rasa nikmat/senang setelah sholat, apakah rasa ini yang menjadi tujuan dalam sholat? Kalau kita lihat lebih dalam lagi rasa nikmat ini adalah bagian kecil dari hikmah sholat. Sementara tujuan sholat adalah untuk menyembah Allah.

Maka banyak orang yang terkadang ketika tidak mendapatkan rasa dalam sholat, dia malah berhenti melaksanakan sholat, atau sholat tapi banyak bolongnya. Apabisa sholat kita jadikan untuk mendapatkan rasa ketika dalam mendirikannya banyak lalainya.

Orang yang mengerjakan berbagai ibadah kalau hanya untuk mendapatkan rasa nikmat dalam indah tersebut, maka dia akan sulit merasakan diri sedang berTuhan, sementara langkah awal untuk mendekat kepada Tuhan adalah dengan merasa diri ber-Tuhan.

Seorang pendosa mungkin akan lebih cepat sampai pada Tuhan karena dia merasa hina dihapan Tuhan, dari pada orang yang banyak ibadah namun dalam ibadahnya dia tidak mengingat Tuhan tapi malah mencari rasa nikmat dalam ibadahnya tersebut.

Orang yang rasa nikmat dalam ibadah akan mudah cepat putus asa dalam ibadahnya, kurang istiqamah dalam ibadahnya, karena ibadahnya tidak berdampak bagi dirinya. Mungkin anggapan atau pendapat sebagian orang, ketika dia tidak mendapatkan rasa indah dalam ibadahnya, maka ketaatan yang dilakukan berikutnya hanyalah sebagai kamuflase.

Jadi kita rasakan nikmatnya indah atau tidak kita rasakan, jangan berhenti beribadah, teruslah beribadah dengan ikhlas, teruslah berusaha menghadirkan rasa Bertuhan dalam diri. Suatu saat Tuhan akan menarik kita bukan karena ibadah kita, tapi karena rasa ber-Tuhan pada-Nya sudah tertanam di dalam Hati, dan di dalam hati hanya ada nama-Nya. Jadikan hati sebagai rumah bagi-Nya. Dari sinilah awal kita merasakan nikmat ber-Tuhan, kalau nikmat ini sudah kita rasakan, berisiaplah untuk menjadi Kekasih-Nya, InsyaAllah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post