Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sederhana Saja

Banyak orang bilang "selagi kamu bisa menikmati, maka nikmatilah" Satu sisi kata-kata ini benar, namun di sisi lain kita juga tidak membenarkan seluruhnya. Dalam berbagai apsek kehidupan kesederhanaan manjadi sebuah sifat atau karakter yang mesti ada dalam diri setiap orang, karena dengan sifat ini akan banyak persoalan hidup yang dapat terselesaikan dengan sendirinya.

Kita mulai dulu dari sederhana dalam berbicara, ini sebenarnya sudah menjadi tuntunan yang jelas dan tegas dari Rasulullah SAW, "barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengatakan perkataan yang baik, jika tidak mampu mengatakan perkataan yang baik hendaklah diam".

Kenapa hari ini banyak persoalan yang seakan tidak tidak pernah putus-putusnya, datang silih berganti seperti air bah, ternyata kalau kita amati hari ini penyebabnya sangat sederhana yaitu "banyak orang yang berbicara tetapi ia sendiri tidak paham apa yang ia bicarakan" Sedikit tahu langsung dibicarakan di khalayak dan merasa sudah paling tahu, berbicara berapi-api dengan pemahaman yang dangkal.

Dalam berbagai forum kedangkalan berbicara seseorang dapat kita lihat, seperti rapat, pertemuan dll, apa yang mereka hasil dari rapat tersebut, yang banyak kita temukan mereka hanya adu argumen, siapa yang paling benar dan siapa yang paling lincah bicaranya, dan meraka bangga dengan cara mereka itu, namun di sisi yang paling penting mereka tidak menghasilkan apa-apa.

Tidakkah kita bisa menahan sedikit saja untuk tidak membicarakan sesuatu yang tidak kita tahu tentang persoalan tersebut? Ini mungkin juga efek negatif dari kebebasan berbicara, orang bebas berbicara apa saja, di mana saja karena dia dilindungi undang-undang.

Namun kita sebagai orang yang beriman, pijakan utama kita dalam berbicara bukan undang-undang, bukan kebebasan, tapi ada nilai yang menjadi pedoman dalam diri yaitu iman. Akan berbicara yang baik, baik dalam pengertian berbicara yang menghasilkan, memiliki makna sehingga tergugah orang yang mendengar untuk melakukan kata-kata itu.

Berbicara yang ada manfaatnya dan tidak berbicara kalau tidak ada manfaatnya, inilah bentuk kesedrhanaan dalam berbicara. Dalam sebuah hadis riwayat dari para sabahat disebutkan" Orang yang banyak bicaranya akan banyak salahnya dan orang yang banyak salahnya banyak pula dosanya dan orang yang banyak dosanya neraka lebih utama baginya.

Pertama tadi hadis yang tegas dari Nabi yang kedua perkataan Sahabat nabi, sebenarnya ini sudah menjadi teladan nyata bagi kita bahwa tidak akan berbicara melainkan yang benar, yang bermanfaat.

Jangan takut dikatakan orang sebagai orang pendiam, penakut dll, justru disitulah nilai kita ya g sebenarnya di pandang Rasulullah SAW dan nilai keimanan kita kepada Allah SWT.

Dunia sekarang memang menuntut kita untuk pandai dan banyak bicara, sehingga lahir dan terbitlah berbagai buku bagaimana bisa berbicara di hadapan orang lain, baik antar sesama individu atau dalam forum yang lebih besar. Itu sebenarnya sah-sah saja selama kita memahami hakikat yang kita bicarakan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post