Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tak Perlu Tersinggung

Tak Perlu Tersinggung

Kita tidak perlu tersinggung setiap kali ada ada orang yang meremehkanmu atau mengejek kondisimu. Karena sering kali, ejekan atau keraguan orang lain terhadapmu sebenarnya itu bukan cermin dari kelemahanmu-melainkan cermin dari keterbatasan mereka dalam melihat dan menilai pontensimu.

Jadi ketika seseorang berkata kamu tidak akan bisa, itu bukan tentang kamu. Itu tentang cara mereka memandang dunia. Tentang betapa sempitnya ruang keyakinan mereka terhadap perubahan dan kemungkinan. Sebab yang terbatas bukan mimpimu, tapi pikiran mereka yang belum cukup luas untuk memahaminya.

Menurut psikologi kognitif, manusia cenderung menilai kemampuan orang lain berdasarkan pengalaman pribadinya. Jika mereka sendiri belum pernah melakukan sesuatu, mereka akan menganggap hal itu mustahil dilakukan. Maka wajar jika banyak orang meremehkan hal-hal yang belum mereka pahami, mereka menilai dengan logika yang hanya sebatas pengalaman mereka sendiri.

Berikut adalah cara melihat ejekan dengan lebih tenang, dan menjadikannya bahan bakar untuk tetap melangkah tanpa kehilangan arah.

Penilaian Orang Lain Adalah Cermin Dari Pengalaman Mereka, Bukan Ukuran Kemampuanmu

Ketika seseorang berkata kamu tidak bisa, sebenarnya yang ia maksud adalah “aku tidak bisa membayangkan bagaimana caranya kamu bisa.” Mereka tidak salah, mereka hanya terbatas oleh apa yang pernah mereka alami. Jika mereka tidak pernah menembus batasnya sendiri, mereka tidak akan percaya bahwa orang lain bisa melakukannya.

Jadi jangan marah. Biarkan mereka menilai dengan kacamata mereka sendiri. Kamu punya pandangan yang lebih jauh, dan kamu tidak butuh izin siapa pun untuk melihat lebih besar daripada mereka.

Orang Yang Meremehkanmu Sering Kali Takut Mengakuinya

Kadang, keraguan datang bukan dari kebencian, tapi dari rasa tidak aman. Ketika seseorang melihatmu berani mencoba hal yang mereka hindari, mereka merasa terusik. Karena keberanianmu adalah pengingat bahwa mereka juga pernah punya mimpi tapi memilih berhenti.

Alih-alih mengakui kekaguman itu, mereka menutupinya dengan meremehkan. Itu cara paling mudah untuk mengalihkan rasa takut menjadi ejekan. Jadi setiap kali kamu diremehkan, pahami: itu bukan hinaan, tapi pengakuan yang disamarkan.

Orang Yang Pikirannya Sempit Tidak Akan Bisa Melihat Masa Depanmu Yang Luas

Orang menilai dari apa yang tampak hari ini, sementara kamu sedang membangun sesuatu yang baru untuk esok hari. Dan karena mereka tidak bisa melihat ke depan, mereka menyimpulkan berdasarkan yang sekarang. Mereka menilai benih dengan logika buah- padahal setiap hal besar selalu dimulai dari sesuatu yang kecil dan diremehkan.

Jadi jangan biarkan mereka menentukan batas untukmu. Kamu sedang menanam sesuatu yang belum mereka mengerti. Biarkan waktu yang menjelaskan hasilnya nanti.

Orang Yang Meremehkan Akan Berhenti Di Batas Keyakinannya Sendiri

Kamu akan melihatnya sendiri: orang yang suka meremehkan biasanya jarang berkembang. Karena fokus mereka bukan pada belajar, tapi pada menilai. Mereka terlalu sibuk menyoroti langkah orang lain, hingga lupa memperpanjang langkahnya sendiri.

Sementara kamu-yang sering diremehkan-justru belajar untuk bertahan, untuk membuktikan, untuk melangkah lebih jauh dari perkiraan siapa pun. Dan pada akhirnya, jarak itu akan terlihat jelas. Kamu tumbuh, mereka berhenti.

Setiap Kata Meremehkan Adalah Pengingat Bahwa Kamu Sedang Melangkah Lebih Jauh

Orang tidak akan menertawakan sesuatu yang tidak mengusik pikirannya. Jika kamu diremehkan, itu artinya kamu sedang melakukan sesuatu yang berada di luar kebiasaan mereka. Mereka menertawakan karena tidak mengerti-tapi justru karena itu, kamu sedang bergerak di jalur yang benar: jalur yang tidak semua orang berani tempuh.

Jadi setiap kali seseorang meragukanmu, jangan tersinggung. Ucapkan terima kasih dalam hati, karena mereka baru saja memberi tahu bahwa langkahmu sudah melewati batas pikirannya.

Kamu Tidak Perlu Meyakinkan Mereka -Cukup Buktikan Dengan Hasil

Kamu tidak wajib menjelaskan impianmu pada orang yang tidak mau mendengarkan. Percuma menjabarkan visi besar kepada orang yang pikirannya hanya sanggup memikirkan hal kecil. Tugasmu bukan membujuk mereka untuk percaya, tapi membuktikan dengan hasil nyata yang tidak bisa disangkal siapa pun.

Ketika waktunya tiba, semua yang dulu tampak mustahil akan terlihat jelas. Dan orang-orang yang dulu meremehkanmu akan terdiam-bukan karena mereka berubah pikiran, tapi karena kenyataan sudah berbicara.

Batas Pikiran Orang Lain Tidak Akan Pernah Jadi Batas Hidupmu

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post