Wahai Paman Ucapkanlah
Sore itu, langit Makkah memerah seakan mengetahui bahwa sebuah hati mulia sedang menahan luka. Di sebuah rumah sederhana di perbukitan Abu Thalib, suasana menegang. Lelaki tua yang selama puluhan tahun menaungi, melindungi, dan menghibur Rasulullah kini terbaring lemah, napasnya terengah, seolah setiap helaan adalah perjuangan terakhirnya.
Di sisi ranjangnya duduk seorang lelaki yang wajahnya dipenuhi cinta dan kecemasan: Muhammad, keponakan yang ia besarkan sejak kecil, yang ia bela meski seluruh kota memusuhinya.
Rasulullah mendekat, dengan suara yang lembut namun penuh harap. "Wahai paman... ucapkanlah Laa ilaha illallah, suatu kalimat yang akan aku jadikan hujjah bagimu di hadapan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Thalib memandang keponakannya itu. Ada haru di matanya. la tahu kalimat itu benar, ia tahu Muhammad adalah orang yang paling jujur yang pernah ia jumpai. la tahu risalah itu bukan kebohongan. Namun,
Di sekelilingnya berdiri dua tokoh Quraisy: Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah, keduanya tak ingin Abu Thalib meninggalkan keyakinan leluhur mereka.
"Wahai Abu Thalib! Apakah engkau akan meninggalkan agama Abdul Muththalib?" seru mereka berulang-ulang.
Abu Thalib menutup mata. Waktu seakan berhenti. la terjepit antara kebenaran yang ia yakini.... dan kebanggaan kabilah yang selama hidup menjadi sandaran kehormatannya. Rasulullah kembali meraih tangan pamannya.
"Wahai paman... ucapkanlah, sebelum terlambat."
Tapi bisikan keras kaum Quraisy kembali menusuk telinganya. Abu Thalib membuka mata, menatap langit-langit ruangan seakan mencari kekuatan-kemudian, dengan suara parau, ia berkata:
"Aku tetap berada di atas agama Abdul Muththalib." Rasulullah terdiam. Suasana hening sejenak. Hanya detik-detik napas Abu Thalib yang semakin pelan terdengar memecah keheningan.
Tak lama kemudian. lelaki tua itu menghembuskan napas terakhirnya. Rasulullah meletakkan tangannya di dada, wajahnya dipenuhi kesedihan mendalam-kesedihan yang sangat manusiawi dari seorang nabi yang kehilangan sosok yang begitu berarti baginya. la berkata pelan, lirih, seolah kepada dirinya sendiri:
"Aku akan memohonkan ampun bagimu selama Allah tidak melarangku."Namun tak lama setelah itu, turunlah firman Allah: "Tidaklah pantas bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun bagi orang-orang musyrik..." (QS. At-Taubah: 113)
Dan turun pula firman-Nya: "Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Qasas: 56)
Rasulullah terdiam lama. Ayat itu-walau berupa peneguhan-membuka luka di hatinya. la mencintai Abu Thalib karena jasa, perlindungan, dan pengorbanannya. Tapi petunjuk adalah hak Allah semata.
Epilog yang Menyayat
Beberapa waktu kemudian, Rasulullah bersabda mengenai keadaan pamannya di akhirat : "Yang paling ringan azabnya di neraka adalah Abu Thalib. la memakai dua sandal dari api yang membuat otaknya mendidih."(HR. Muslim)
Namun beliau juga menyampaikan bahwa ringannya siksa itu adalah bentuk syafaat beliau bagi pamannya -bukan untuk mengeluarkannya dari neraka, tapi meringankan hukuman yang diterimanya.
Kesedihan Nabi yang Diabadikan Para sahabat mengisahkan bahwa kematian Abu Thalib pada tahun yang sama dengan wafatnya Khadijah radhiyallahu 'anha membuat Rasulullah melalui salah satu masa paling kelam dalam hidupnya.
Tahun itu dinamakan: 'Aam al-Huzn-Tahun Kesedihan. Sebab beliau kehilangan dua manusia yang paling banyak memberikan cinta, perlindungan, dan kekuatan kepadanya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan