Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Yang Kamu Cari Telah Lama Mencarimu

Yang Kamu Cari Sudah Lama Mencari-mu

Apa yang kamu cari dan siapa yang mencarimu? Tujuan utama kita hidup bukan untuk mencari sesuatu yang sudah nyata-nyata dapat jaminan dari-Nya, tujuan kita di dunia ini adalah untuk kembali kepada perjanjian awal kita sebelum terlahir ke dunia ini, karena terlalu sibuk dengan urusan yang nyata sehingga kita sering lupa dengan perjanjian dengan Tuhan kita sendiri.

Di manakah perjanjian itu kita buat? yaitu di zaman azali, yang belum memiliki fisik dalam bentuk apapun, di situlah janji di buat serta diikrarkan "alastu birabbikum, qalu bala syhiddna". Allah berkata Aku adalah Tuhanmu, lalu dengan jelas dan tegas kita menjawab aku bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhanku.

Artinya begitu dekatnya kita dulu dengan Allah, sehingga kita berkalam-kalam langsung dengan Allah, ini bukan kalimat majaz (yang maksud A yang dibicarakan B) tapi firman Allah untuk kita ingat dan pahami kembali bahwa kita dulu sangat dekat dengan Allah. Lalu sekarang kanapa kita mencari-cari Allah, padahal Allah tidak pernah jauh dari kita.

Kenapa kita mencari Allah di dalam doa-doa kita, kenapa kita mencari Allah di kala kita sedang di landa musibah, dan kenapa baru ingat Allah ketika ujian datang bak gelombang di lautan, kita datangi rumah-Nya untuk bersujud dan menangis pada-Nya memohon ampun atas maksiat yang telah dilakukan.

Kita selama ini mungkin sedikit hilang kesadaran atas kehadiran Tuhan di dalam hidup kita, kita menginginkan Tuhan hadir di dalam doa dan sujud kita, namun tukang bakso yang kita tipu di wajahnya juga ada Tuhan, kita sudah memberi pada orang-orang yang kurang beruntung, namun pemberian itu menyakiti hatinya, padahal di dalam kondisinya yang seperti itu disitu ada Tuhan.

Di tempat-tempat kerja kita, sekolah, kantor, perusahaan dls, masih sering terjadi saling fitnah, saling bermusuhan, dan saling dengki, padahal di tempat-tempat itu ada Tuhan. Tuhan tidak pernah jauh dari kita barang sedetikpun, kita sendirilah yang membatasi diri dengan Tuhan, dan mencari Tuhan di tempat-tempat tertentu.

Tuhan semenjak perjanjian kita di alam azali dulu tidak pernah meninggalkan kita sampai sekarang. Bagi kita yang merasa kehilangan Tuhan dari dalam diri, maka pintu untuk masuk dan kembali pada Tuhan itu sangat banyak, diantara pintu-pintu itu adalah, sering-seringlah memberi pada orang yang membutuhkan (menjadi orang yang suka menolong, baik harta, fikiran, tenaga) karena di sana ada pintu masuk untuk kembali pada yang dicari.

Berlatihlah menjauhkan hati dan pikiran dari sifat iri, dengki dan sombong karena sifat-sifat tersebut menjadi pengunci untuk masuk kedalam cinta Illahi. Perbanyaklah untuk bersyukur, ikhlas dan redha atas apapun yang terjadi terhadap diri, keluarga, masyarakat, karena cinta Allah pada kita tanpa syarat.

Cintailah orang yang dicintai Allah yaitu dengan memperbanyak sholawat pada syaidinan wa habibina Muhammad SAW, jika ini sudah menjadi darah daging dalam hidup kita. Bukan lagi kamu yang mencari, tapi Dia telah lama mencarimu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post