Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Aku Akan Membakar Neraka

Aku akan Membakar Neraka

Jika kita coba renungkan dengan hati yang tenang, kalimat ini adalah puncak dari ajaran Cinta (Mahabbah) dalam tasawuf. Rabiah tidak sedang membenci surga atau meremehkan neraka, melainkan ia sedang mengkritik motivasi spiritual kita yang sering kali masih bersifat "transaksional". Selama ini mungkin ibadah kita masih hitung-hitungan dengan Allah

Ibadah Tanpa Pamrih: Beliau ingin kita menyembah Tuhan karena Tuhan itu sendiri, bukan karena rasa takut akan sanksi (neraka) atau hasrat akan imbalan (surga).

Ketulusan yang Murni: Baginya, jika seseorang menyembah karena takut neraka, itu adalah ibadahnya seorang budak. Jika menyembah karena menginginkan surga, itu adalah ibadahnya seorang pedagang.

Cinta sebagai Tujuan: Rabiah mengajak kita untuk naik kelas menjadi seorang "Pencinta", di mana satu-satunya alasan untuk sujud adalah karena kerinduan yang murni kepada Sang Khalik.

​Kalimat ini adalah sebuah tamparan lembut bagi kita semua agar memeriksa kembali niat di dalam dada: Apakah kita benar-benar mencintai-Nya, atau kita hanya mencintai pemberian-Nya?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post