Hati Yang Keras
Hati yang Keras.
Ketika mata berhenti menangis, mungkin hatimu hanya butuh sentuhan yang lebih lembut. Terkadang bukan karena kita tak peduli lagi.
Hatimu hanya lelah, tertutup oleh kebisingan, dosa, dan carut marut dunia. Namun, Allah yang mampu menghidupkan bumi yang mati, mampu pula menghidupkan hatimu kembali. "Ketahui lah bahwa Allah menghidupkan bumi setelah matinya." (QS. AI-Hadid: 17).
Ingat siapa yang melembutkan hati? kamu tak bisa memperbaikinya sendiri. Mintalah pada Dzat yang Membolak-balikkan hati. "Ya Muqallibal Quluub, tsabbit qalbi 'ala diinika." "Wahai Dzat yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." Ucapkanlah setiap hari, karena kelembutan dimulai dari sana.
Bacalah Al-Qur'an dengan Perlahan Jangan terburu-buru. Bukan untuk menyelesaikan, tapi untuk merasakan. "Seandainya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada gunung, niscaya kamu akan melihatnya tunduk dan terbelah karena takut kepada Allah." (QS. Al-Hasyr: 21) Jika gunung saja bergetar, mengapa hati tidak?
Duduklah Sendiri Bersama Allah Tanpa ponsel. Tanpa musik. Kamu hanya berbisik, "Ampunilah aku." Hati sembuh dalam kesunyian, karena di sanalah keikhlasan hidup.
Jadikan Wudhu sebagai Terapi Jangan terburu-buru. Setiap tetes air mernghapus dosa, kesombongan, dan hati yang beku. "Ketika seorang mukmin berwudhu, dosa-dosanya keluar bahkan dari bawah kuku jarinya." (HR. Muslim) Biarkan air itu juga menyentuh hatimu.
Berdzikir dengan Kehadiran Hati Jangan seperti robot mengucap "Subhanallah 33." Ucapkan dengan sungguh- sungguh. Rasakan maknanya. Setiap "Astagfirullah" = satu dinding keras hatimu mulai retak.
Ziarah Kubur Kamu akan ingat ke mana semua akan berakhir, dan tiba-tiba dunia ini terasa tidak sebesar itu. "Aku dulu melarang kalian berziarah kubur. Sekarang berziarahlah, karena itu akan mengingatkan kalian pada akhirat." (HR. Muslim) Kematian melembutkan hati, karena ia merendahkan ego.
Layani Orang Lain dengan Diam-Diam Memberi makan, membantu, memaafkan tanpa perlu dipamerkan. Setiap perbuatan kasih sayang mengikis karat di hatimu. Hati sembuh paling cepat ketika ia membuat hati orang lain merasa aman.
Shalat Dua Rakaat Hanya untuk Berbicara Tanpa tujuan, tanpa daftar permintaan. Cukup, "Ya Allah, aku rindu pada-Mu." Shalat seperti itu mampu meruntuhkan dinding yang tak bisa dihancurkan palu mana pun.
Menangislah untuk Mengingat, Bukan untuk Menunjukkan Satu tetes air mata yang tulus di tempat sepi lebih berharga dari ribuan kutipan di dunia maya. "Mata yang tidak akan Allah siksa adalah mata yang menangis karena takut kepada-Nya." (Hr. At-Tirmidzi) Air mata yang tidak pernah jatuh di depan umum, akan bersinar paling terang di surga kelak.
Renungkan Kematian. Lalu Kehidupan Jangan takut. Bersiaplah untuk itu. Karena semakin sering kamu mnengingat kepulangan, semakin kamu akan belajar hidup sepenuhnya saat ini. "Setiap jiwa akan merasakan kematian." (QS. Ali Imran: 185) Hati menjadi lembut ketika sadar bahwa ia tak akan berdetak selamanya.
Wallahu ta'ala wa a'lam
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan