Tuhan Hamba-Mu Lelah
Bagi diri yang lemah dan hina ini, perjalanan hidup yang penuh dengan lika-liku serta godaan yang tiada henti. Telah membuat diri ini rapuh dan menjadi tawanan dan menjadi budak setianya, semakin akal ini mencari jalan untuk kebebasan diri, maka akan semakin kuat pula godaan itu, sehingga akal kehilangan daya untuk berfikir normal, dan hatipun kehilangan daya filternya.
Penyesalan memang datangnya selalu terlambat, berbagai upaya sudah dikerahkan untuk menghindar dari jeratannya, namun semakin banyak cara yang dilakukan, akan lebih banyak pula cara yang digunakan musuh agar diri ini tetap menjadi budaknya.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Sampai saat ini diri ini masih menjadi budaknya, budak kesenangan sesaat, budak hawa nafsu, Hamba lelah Tuhan, lelah dalam kehinaan, hina dalam pandangan-Mu, apakah mungkin yang hina ini mendapat ampunanMu.
AmpunanMu memang tak terhingga bagi hamba-hamba-Mu, tapi apakah bagi diri yang pikiran, hati dan seluruh anggota tubuhnya yang kotor ini akan mendapatkan ampunan-Mu. Hamba yakin engkau akan mengampuni dosa-dosa hamba-Mu walaupun dosa itu memenuhi langit dan bumi, tapi apakah bagi diri yang sekecil debu dan tak berharga ini akan mendapat ampunanMu, jangan untuk mendapatkan mpunanMu, mendapat hembusan ampunanMu pun belum tentu.
Tuhan kepada siapa lagi hamba akan mintak ampun selain kepadamu, Tuhan jangan tinggalkan hamba dalam kehinaan ini, hamba sadar bahwa engkau tidak pernah jauh dengan semua hamba-Mu, namun hati ini masih buta merasakan kehadiran-Mu, Tuhan bagi-Mu sangat mudah untuk mengeluarkan diri ini dari cengkeraman budak hawa nafsu, Engkau telah melihat perjuangan hamba dalam melawan nafsu dirinya, selalu kalah, dan selalu menjadi tawanannya, hamba sudah lelah melawannya Tuhan. Bantu hamba-Mu ini Tuhan, untuk bisa mengendalikannya.
Perjalanan panjang menjadi budak nafsu sungguh sangat melelahkan Tuhan, sementara titik kehidupan terus berjalan menuju akhir yaitu kematian. Hamba malu dan merasa tidak pantas menyebut Nama-Mu Rab, jangankan untuk menyebut Nama-Mu, menyebut nama kasih-Mu saja hamba tidak pantas. Namun nama siapa lagi yang akan hamba sebut selain Nama-Mu Rab, karena engkau yang maha luas ampunannya, luas yang tak bertepi.
Hamba bukan bukanlah kekasihMu Rab, bukan pula hamba yang dikenal dan cintai oleh para kekasihMu, hamba hanyalah sebutir debu ditengah hamparan padang pasir yang luas, yang mengharapkan rahmat-Mu, ampunanMu kalau bukan padaMu kepada siapa lagi Ya Rab. Lumuran kehinaan yang telah menyatu dalam diri ini, siapa lagi yang akan membersihkannya kalau tidak engkau ya Rab.
Wahai Jiwa yang Tenang...!
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (Q.S. Al-Fajr)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan