Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Hidup Adalah Pengulangan

Hidup adalah pengulangan

Coba kita merenungi sejenak perjalanan hidup kita sehari-hari, apapun profesi yang diperankan, maka disitu akan sampai pada sebuah kesimpulan bahwa pekerjaan yang kita mainkan, apakah itu sebagai pedangang, petani, nelayan, guru, polisi, pengusaha dan masih banyak yang lain. Semua pekerjaan itu dilakukan berulang-ulang, hari ini seorang petani pergi pagi untuk menanam sayuran yang dan pulang ketika sudah sore, besok dia akan datang lagi untuk merawat tanaman itu. Begitulah seterusnya.

Seorang nelayan juga seperti itu, sore hari ia pasang garingnya, kemudian di pagi hari dia akan bangkit jaring itu dan ini dikerjakan berulang-ulang sepanjang hari. Guru juga seperti itu pergi pagi untuk mengajar pulang di sore hari, besok seperti itu lagi, setiap hari pergi sekolah, hal ini pun dilakukan sepanjang tahun.

Artinya kita akan melakukan dan mendatangi tempat yang sama sepanjang bulan dan tahun, pertanyaannya untuk apa ini kita lakukan? Apakah tidak bosan mengerjakan pekerjaan yang sama sepanjang tahun?

Bahkan dalam ibadah kita juga mengerjakan amalan yang berulang-ulang, seperti sholat 5 kali dalam sehari, puasa setiap tahun, infak dan sedeqah setiap hari, umrah dan haji dilakukan berulang-ulang bagi yang mampu.

Artinya hidup yang kita jalani ini adalah pengulangan, melakukan perkerjaan yang sama sepanjang hari dan tahun. Pertanyaan berikutnya apa yang kita cari dan harapkan dari pengulang ini.

Hidup bagaikan roda pedati, begitu kata ahli bijaksana hidup ini berputar namun berputarnya disitu juga. Lalu apa yang benar-benar baru dalam kehidupan kita ini? Kalau kita mengatakan yang baru adalah peradaban yang telah diciptakan manusia, sejarah akan berulang, apa yang terjadi pada masa lalu akan terjadi pada masa sekarang, yang membedakannya hanya waktu, tempat dan pelakunya.

Jika hari ini kita merasa hebat dengan ilmu yang dimiliki, orang dahulu jauh lebih hebat dari kita, jika kita hari merasa kaya dengan harta yang dimiliki, orang dahulu sudah lebih dahulu kaya dari kita.

Begitupun jika kamu merasa sudah dekat dengan Allah atau sudah menjadi wali Allah, Orang-orang terdahulu jauh lebih dekat dan bertaqwa pada Allah SWT, tidak ada yang patut kita banggakan dari segi apapun, jika dibandingkan dengan zaman sebelum kita, sebab mereka telah dahulu mengerjakan apa yang kita kerjakan dan dapatkan hari ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post