Rahmat Nurdin, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mencintai Rasulullah SAW

Mencintai Rasulullah SAW

Seseorang akan bersama orang yang ia cintai. 

Dalam menjalani kehidupan ini, banyak orang yang tidak sadar bahwa apa yang ia lakukan dalam hidupnya, seperti bekerja, mengajar, bertani, kekantor dan bercerita dengan orang-orang di sekitarnya. 

Semua itu pada dasarnya adalah bentuk rasa cintanya pada hal-hal tersebut, sebab tidak mungkin seseorang mendekati, mengerjakan atau bersama semua itu kalau tidak dicintainya.  

Islam yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepada umatnya adalah ajaran yang berdasarkan cinta, penuh cinta. Beliau manusia teladan dalam berbagai aspek kehidupan, beliau adalah penghulu alam semesta, semenjak zaman Nabi Adam sampai sekarang, bahkan sebelum Nabi Adam diciptkan beliau telah menjadi Nabi. 

Betapa beruntung nya kita dipilih dan dijadikan sebagai umat syaidul kaunain (penghulu dua alam). Alam ini ada berkat pancaran dari Nur beliau, alam ini tumbuh dan berkembang juga berkat pancaran nur beliau saw. 

Cinta beliau kepada kita jangan ditanya, selama beliau hidup yang ada dalam pikiran beliau adalah kita umatnya, beliau rela disiksa demi kita, beliau rela diboikot demi kita, belaiu rela berdarah-darah demi kita, bahkan beliau rela menahan sakitnya sakratul maut demi kita, yang lebih mengagumkan lagi beliau tidak akan mau masuk surga sebelum beliau mengetahui keadaan umat beliau nanti. Ketika malekat mengkhabarkan "umat engkau nanti yang akan paling dulu masuk surga dibandingkan umat-umat terdahulu" Baru setelah itu beliau senang. 

Cinta beliau yang ditanya, yang mesti dipertanyakan cinta kita kepada beliau, sudah seberapa besar cinta kita kepada beliau? Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mencintai beliau. 

Sebelum kita berbicara bagaimana mencitai Rasulullah SAW, sudah kita mengenal Rasulullah SAW? Mengenal Rasulullah bukan hanya sebatas beliau adalah utusan Allah atau Nabi terakhir yang memyampaikan risalah, sholat, puasa, zakat dan haji atau mengenal nasab keturunan beliau yang mulia. 

Mengenal beliau atau untuk bermakrifat dengan beliau tidak hanya cukup dengan penganalan secara lahir. Kalau perkenalan kita dengan Rasulullah SAW baru sampai batas ini, maka dikhawatirkan seluruh ibadah kita bukan untuk meraih cinta Allah dan Rasul-Nya, artinya cinta kita pada Rasulullah masih bersyarat. Cinta yang masih bersyarat maka tidak ubahnya dengan cinta tampa makna. 

Kita mungkin tidak akan bisa mencintai Rasulullah sebagaimana para sahabat mencintai Rasulullah, juga tidak akan mampu mencintai Rasulullah sebagaimana para ulama mencintai Rasulullah. Karena cinta mereka para sahabat sudah teruji, sejarahpun telah mencatatnya dalam tinta emas, silahkan kita cari dan membacanya. 

Untuk kondisi kita saat ini bagaimana kita membuktikan cinta kita pada Rasulullah? Kita tidak perlu membuktikan kepada siapapun, tapi pembuktian cinta itu ada di dalam diri kita masing-masing. Caranya, Rasulullah adalah orang yang penyayang, buktikan bahwa kita akan menyanyangi makhluk ciptaan Allah yang ada disekitar kita. 

Rasulullah SAW adalah orang yang lemah lembut, orang yang suka memberi, orang yang suka memaafkan. Hidupkan sifat-sifat itu dalam diri kita, berarti kita telah menghadirkan Rasulullah dalam kehidupan kita. Orang yang mencintai akan penuh kerelaan hati meniru, melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang ia cintai. 

Cara berikutnya untuk mencintai Rasulullah SAW adalah dengan banyak menyebut-nyebut nama beliau, yaitu dengan bershalawat kepada beliau. 

Sekarang adalah bulannya maulidurrasul, hari di mana Rasulullah di lahirkan, maka ini adalah momentum bagi untuk memperbanyak shalawat kepada beliau sebagai bukti cinta kita kepada Sang Pemberi cahaya, dengan momentum ini muda²han kita semakin terbiasa bershalawat kepada beliau, sehingga semakin hari semakin kita resapi rasa cinta kepada beliau. Kalau sudah sampai pada tahap ini, pintu gerbang cinta pada Rasulullah sudah mulai terbuka, tinggal satu lagi untuk masuk pada cinta Rasulullah yang tanpa syarat. 

Jangan berhenti meraih cinta beliau, jadikan ujian dan cobaan sebagai alunan shalawat pada sang Rasul-Nya. Allah telah memberikan kunci untuk mendapatkan cinta sang kekasih-Nya, kunci itu adalah: Sesungguhnya Allah dan para malekat bershalawat kepada Nabi, wahai Orang-orang yang beriman bershalawat lah untuk Nabi niscaya kamu akan selamat. 

Selamat telah mendapatkan cinta Allah dan Rasul-Nya. Allahumma shalli ala syaidina wahabibina, wamaulana Muhammad SAW. Wallahu 'alam. 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post