Maha Kalam
Semua orang pandai berbicara, namun tidak semua orang pandai merangkai kata untuk dikalamkan. Orang-orang yang ahli dalam berjalan, Kata-katanya terstruktur, bahasanya mudah dipahami. Apakah keahlian ini muncul dengan tiba-tiba atau memang sudah bakat sejak lahir?
Tidak yang ada kemampuan atau keahlian yang dimiliki seseorang lahir tiba-tiba, atau pun bakat yang dibawa sejak lahir. Yang dibawa sejak hanyalah lahir oleh manusia adalah fitrah, fitrah inipun diberi dua pilihan, yaitu fujur dan taqwa, pon tensi baik dan potensi buruk.
Dua potensi inilah yang berkembang dalam berbagai aspek kehidupan manusia yang dipengaruhi oleh keluarga, lingkungan dan pendidikan. Keluarga adalah pondasi pembentukan dasar potensi, jika di keluarga sudah tertanam dan berkembang potensi baik, maka pendidikan adalah jalan sebagai pematangannya.
Sedangkan lingkungan akan berfungsi sebagai lahan aplikasi plus sebagai tumbuh dan berkembang potensi tersebut. Ketiga lingkungan tersebut ibarat mata rantai yang saling menguatkan dalam tumbuh dan berkembangnya potensi yang ada dalam diri seseorang.
Di lingkungan hidup kita, banyak kita temukan orang yang memiliki berbagai keahlian, ahli dalam bermain musik, ahli dalam bicara, ahli dalam gerak fisik (olah raga) dan masih banyak yang lain, bisa jadi kita memiliki salah satu keahlian itu.
Berbagai keahlian sekali lagi tidak lahir dengan sendirinya, membutuhkan proses yang berkelanjutan. Namun banyak juga diantara kita tidak tahu bahkan tidak mengetahui apa keahlian dirinya, hal ini disebabkan karena terlalu banyak yang menjadi tujuan hidup, ditambah lagi dengan tidak tepatnya membedakan mana yang menjadi kebutuhan di dalam merahih tujuan dengan keinginan untuk memenuhi kebutuhan.
Inilah kata (kalam)
Yang kita urai di atas berawal dari satu kata yaitu kalam, untuk merangkai kalam itu menjadi kalimat, paragraf sampai pada lembaran-lembaran buku, juga di perlukan keahlian, yang kita sebut dengan seorang penulis.
Satu kata ini akan melahirkan ratusan bahkan ribuan kalimat, tentunya bagi orang yang memiliki keahlian dalam menulis. Keahlian inilah yang dimiliki oleh para ulama kita terdahulu, mereka mampu menulis ratusan kitab untuk menerangi arah hidup umat berikutnya, mereka tidak hanya ahli dalam menulis, tapi juga ahli dalam menyampaikan apa yang mereka tuliskan.
Bicara dan menulis adalah dua hal yang saling melengkapi, keduanya akan terlihat sempurna bila saling mengisi, para pendakwah, penceramah, orator, sangat ahli dalam berbicara. Namun belum tentu mereka mampu menuliskan apa yang mereka sampaikan, begitupun dengan para penulis hebat, merekapun belum tentu menyampaikan dengan baik apa yang mereka tuliskan.
Inilah bedanya rahasia kalam dengan tulisan dan rahasia kalam dengan kata-kata. Semakin kita kaji akan semakin banyak kata-kata yang terurai, tapi sedikit orang yang mampu menjelaskannya dengan lisan, atau yang sebaliknya juga bisa terjadi.
Sebab Maha kalam tidak hanya di maknai dengan tulisan dan kata-kata, tetapi juga dengan rasa (zhuq),
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan