Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Membiasakan Kembali Praktik Baik di Tahun Baru
Suasana kegiatan Jumat Bersih di kelas X MIPA1 SMA Negeri 14 Medan. ( Sumber : RaRa )

Membiasakan Kembali Praktik Baik di Tahun Baru

Libur semester ganjil baru saja usai. Kegiatan pembelajaran semester genap pun dimulai. Bersamaan dengan datangnya tahun baru 2023, berharap banyak akan terwujudnya resolusi- resolusi demi kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan Jumat bersih yang sebelumnya rutin dilaksanakan setiap pekan, hari ini memasuki hari perdana di semester genap. Kiranya aura libur semester ganjil masih terasa. Hal ini terlihat dari suasana di mana beberapa siswa enggan menjalankan tugasnya. Meski bel telah berbunyi mereka masih saja tak bergerak melaksanakan aktivitas membersihkan kelas dan lingkungannya.

Jika sudah begini, siswa butuh dorongan dan motivasi agar aktif kembali. Adanya wali kelas ataupun guru untuk mendampingi mereka dalam membiasakan kembali praktik baik ini sangat membantu. Karena mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Kebiasaan pada seseorang merupakan hasil proses bukan terjadi secara tiba-tiba. Sehingga butuh waktu pula untuk mengembalikan kebiasaan seperti sedia kala.

Ibarat kata peribahasa alah bisa karena biasa, maka praktik-praktik baik di sekolah harus dibiasakan kembali. Di sinilah perlunya kerja sama di antara warga sekolah. Saling mendukung dan menguatkan agar program-program dapat berjalan dengan baik. Semua warga sekolah memegang peran penting dalam mewujudkan visi dan misi sekolah.

Datangnya tahun baru menghadapkan kita pada lembaran baru. Bagaimana menulisi lembaran-lembaran itu, tergantung pada kita. Begitu pula dengan cerita apa yang ingin kita torehkan di hari-hari mendatang. Sehingga datangnya tahun baru membawa energi baru untuk dapat digunakan dalam menulis cerita indah dan memaksimalkan potensi serta kompetensi sehingga pembelajaran siswa dapat bersinar lebih terang dan bercahaya sempurna.

Sejatinya kehidupan ini hanya ada di dalam tiga waktu. Pertama, waktu yang telah berlalu di mana semua itu tak mungkin terulang kembali. Apa yang terjadi di masa lalu akan menjadi bahan evaluasi dan refleksi untuk menjadi lebih baik.

Kedua, masa sekarang yaitu masa yang sedang kita jalani. Dengan semangat baru yang kita punya semoga bisa digunakan secara maksimal untuk meningkatkan peran guru dan tenaga kependidikan dalam mengelola belajar anak ke arah internalisasi nilai-nilai Pelajar Pancasila.

Ketiga, masa yang akan datang yang harus kita perjuangkan sejak dari sekarang.

Semoga datangnya tahun baru bersamaan dengan tumbuhnya semangat baru untuk meraih harapan-harapan baru.

#edisimuhasabah#

#edisikuatkanhati#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, 6 Januari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post