Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Amannya Sayur Bolong dan Tomat Peyot
Dra. Hj. Suginingsih, M.Pd., sahabat penulis sedang memanen tomat.

Amannya Sayur Bolong dan Tomat Peyot

Tulisan ini terinspirasi status sahabat sholehah, teman setia di bangku kuliah jurusan pendidikan Biologi IKIP Negeri Medan, Dra. Hj. Suginingsih, M.Pd. Minggu yang ceria healing ke pegunungan kemudian memanen tomat dan sayuran, alamaaak...plong...bahagia sekali rasanya. Hilang semua kepenatan akibat rutinitas sehari-hari.

Dari status beliau, kami berlanjut ke chatingan. Reuni tipis-tipis masa kuliah pun digelar. Terkenang pada semangat membara saat diskusi kelompok membahas masalah penggunaan pestisida oleh petani sayur. Bahkan Aku jadi ingat, masa itu sempat beredar kabar di koran kota bahwa sayuran kol dapat menyebabkan penyakit kanker.

Tentu saja berita ini sangat menggemparkan. Masalahnya, bagi petani kol hal ini tentu dapat menurunkan omzet mereka. Sementara itu, pastinya masyarakat menjadi resah karena kol merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi.

Bukan tanpa alasan berita ini diangkat. Yup.., karena ternyata penggunaan pestisida pada tanaman menyisakan residu yang melekat di tanaman yang apabila dikonsumsi terus menerus akan memicu pertumbuhan sel-sel kanker.

Lantas, kaitannya dengan status sahabat sholehah tadi apa? Begini ceritanya, dalam videonya beliau sempat berujar bahwa sayuran yang daunnya bolong-bolong menandakan sayuran itu sehat bagi kita karena tidak mengandung pestisida.

Ya.., sebagian orang berpendapat bahwa keberadaan ulat pada sayuran adalah petunjuk bahwa sayuran itu sehat untuk dikonsumsi karena bebas pestisida. Tetapi, ada juga yang tak suka dengan sayuran yang ada bekas gigitan ulat. Lhaa.., jadi sebaiknya bagaimana memilih sayuran ?

Dari berbagai sumber yang penulis kumpulkan, bahwa memilih sayuran yang sehat harus kita perhatikan terlebih dahulu jenis sayurannya. Untuk sayuran yang berbentuk daun, jejak gigitan ulat memang bisa dijadikan alasan untuk memilih karena dianggap bebas pestisida. Jika pun daun sayuran itu tidak berlubang karena gigitan ulat yang berarti mengandung pestisida, kita bisa menghilangkan residu pestisida yang melekat dengan cara mencuci bersih sayuran di air yang mengalir. Dengan air mengalir, pestisida akan hilang terbawa aliran air. Bersihkan sayuran hingga ke bagian sela-sela (ketiak daun) sehingga kita tetap bisa mendapatkan manfaat dari sayuran yang kita konsumsi. Mencuci dengan cara merendamnya, tidak membuat pestisida menghilang dari sayuran.

Dari pada terpaku memilih sayuran yang berlubang karena gigitan ulat, lebih baik kita mengetahui ciri-ciri sayuran yang masih segar dan sehat untuk dikonsumsi. Sayuran yang segar dapat dilihat dari kondisi tulang daunnya yang tampak jelas. Batangnya tidak layu, namun getas mudah dipatahkan. Warna daunnya hijau cerah, tidak menguning.

Kita juga harus selalu berhati-hati dan teliti dalam membersihkan residu pestisida yang tersisa baik pada sayuran dan buah. Ribet sedikit tak masalah demi kesehatan.

Semoga kita semua sehat-sehat selalu.

Referensi pendukung :

**(censored)**

| **(censored)**

**(censored)**

**(censored)**

**(censored)**,pertumbuhan%20tanaman%20menjadi%20tidak%20normal.

#edisibacalingkungan#

#tetapsemangatjagakesehatan#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Perisai Pribumi, 6 Februari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post