Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bola-bola Berguncang
Kelas XII MIPA1 dalam mata pelajaran PKWU. (Sumber : RaRa)

Bola-bola Berguncang

Istilah Bola-bola Berguncang penulis dapatkan di kelas XII MIPA1 SMA Negeri 14 Medan sebagai hasil kreativitas siswa dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU). Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014, pasal 5 ayat 1 menyatakan PKWU sebagai mata pelajaran kelompok B yang terdiri dari mata pelajaran Seni Budaya, Pendidikan Jasmani, serta Prakarya dan Kewirausahaan.

Sebagai bagian dari mata pelajaran kelompok B di mana substansinya dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah, maka pelajaran ini memuat banyak kreativitas. Dengan demikian diharapkan melalui pelajaran PKWU ini akan menumbuhkan jiwa wira usaha yang disiplin, jujur, berkomitmen tinggi, kreatif, inovatif, mandiri, dan berpikir secara realistis serta siap bersaing.

Ada 4 aspek di dalam PKWU yaitu : kerajinan, budidaya, rekayasa dan pengolahan. Keempat aspek ini melatih daya cipta siswa dalam menghasilkan produk yang sekaligus memupuk jiwa kewirausahaan.

Seperti yang penulis alami di kelas XII MIPA1 saat mengajarkan Bab. VIII. Wirausaha Pengolahan Makanan. Pada saat praktik pengolahan, di mana kelompok siswa dituntut untuk memproduksi jenis makanan yang booming di pasaran. Tugas yang harus mereka buat, dari mulai perancangan produk, proses produksi, pengemasan hingga promosi. Rata-rata mereka membuat produk makanan yang memang laku di pasaran. Kemudian dengan kreasi dan inovasi mereka memoles produk tersebut untuk menaikkan nilai jual. Misalnya dalam penggunaan toping ataupun membuat kemasan yang menarik.

Namun ada satu kelompok yang berani tampil beda. Meski jenis makanannya memang sudah ada di pasaran namun pemberian nama produk yang berbeda, bisa jadi akan menaikkan nilai jual makanan tersebut. “Wow.., luar biasa ini namanya Bola-bola Berguncang.” Penulis memberikan apresiasi. Mereka pun menjelaskan mengapa produk mereka diberi nama sedemikian. Hal ini dilatar belakangi dari produk mereka yang berbentuk bulat seperti bola dan sebelum memakannya harus diguncang terlebih dahulu agar bumbunya meresap sehingga menjadi lebih nikmat.

Begitulah, jika anak diberikan kesempatan maka akan memunculkan kreasi dan inovasi. Belajar dari hal-hal kecil untuk menjadi besar. Asalkan dilakukan dengan kesungguhan hati, tekun dan selalu mencoba maka kesuksesan akan menanti. Sejatinya memberikan apresiasi dan motivasi kepada mereka adalah niscaya.

#edisikuatkanhati#

#tekunberlatihdanbersungguhsungguhdalambelajar#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 15 Februari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post