Julit Sasemi (episode ke-2) Sepatu Biru Berbalas Pantun
Julit Sasemi yang merupakan akronim dari Jumat Literasi Satu Siswa Sepuluh Menit adalah perwujudan gerakan literasi sekolah (GLS) di SMA Negeri 14 Medan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca siswa. Kegiatan yang seterusnya akan dilaksanakan rutin setiap dua pekan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya membaca dan menulis sehingga pengetahuan dapat dikuasai dengan baik.
Selanjutnya, melalui Julit Sasemi diharapkan dapat menumbuhkan budi pekerti sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 bahwa GLS memperkuat pertumbuhan budi pekerti. Terkait hal ini, kiranya guru dapat membimbing siswa agar bahan bacaan mereka dapat disesuaikan dengan tahap perkembangannya.

Ada enam literasi dasar yang terdiri dari literasi baca tulis, numerasi, digital, sains, finansial serta budaya dan kewarganegaraan. Pada Julit Sasemi episode ke-2 ini, literasi yang ditampilkan adalah literasi budaya. Di mana siswa-siswa dari kelas X MIPA1 dan XI MIPA5 mendapat giliran untuk unjuk kebolehan berbalas pantun dan olah vokal.
Sebagai wali kelas X MIPA1, penulis memberikan motivasi dan dorongan semangat pada mereka agar bisa tampil dengan baik. Pasalnya, menjelang satu hari sebelum hari-H, di grup WA kelas mereka sempat menyatakan ingin mundur karena merasa persiapan belum fix. Padahal dua minggu sebelumnya sudah diberitahu.

“Tidak bisa begitu, nak. Kita harus maju. Pantang mundur.” Chating-ku menyemangati. Jujur, hati ini pun deg-degan juga jadinya. Notifikasi pun terus berbunyi sebagai tanda pesan masuk yang tiada henti. Upaya mendorong dan menyemangati mereka terus mengalir. Strategi pun disusun. Hingga sebelum hari menunjukkan pukul 22.00 WIB, chating menggembirakan dari mereka pun masuk. “Ok.., Bu. Kami pastikan besok akan serrruuu abisss.” Plong rasanya hati ini. Berganti dengan rasa penisirin (hihihi) ingin menyaksikan performa Sepatu Biru (Sepuluh Mipa Satu Bikin Seru). Fix.
Ada sepuluh orang siswa yang unjuk kebolehan berbalas pantun, yaitu :
1. Aji Arifansyah Putra – Vigle Siburian : Pantun tebak-tebakan.
2. Ezra D.F. Sinaga – Resya Humairah : Pantun tebak-tebakan.
3. Daniel – Thomas Sipangkar : Pantun jenaka.
4. Juan Petra Silaban – Rayhan Ilham : Pantun nasihat.
5. Nathania Saragih – Rizka Amelia : Pantun nasihat.
Selebihnya, ada 25 siswa yang bertugas sebagai tim hore untuk mendukung performa sepuluh temannya tadi. Mereka bertugas bilang, “cakeeep..,” kayak di tipi-tipi itu. Hehehe.

Alhamdulillah, anak-anak tampil cukup baik. Pastinya, semua berproses. Dengan rutinitas dan pembiasaan, ke depannya siswa akan berkembang secara kreatif dan inovatif. Bersama dengan kompetensi dan karakter yang terbangun, semoga siswa akan memiliki kecakapan yang dibutuhkan di masanya dan siap menyongsong era 4.0.
Skuy.., bumikan GLS.
#edisigls#
#tingkatkanminatbaca#
#edisikuatkanhati#
#membacamenambahilmumenulismenguatkanilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 17 Februari 2023


Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan