Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Kingdom Plantae
Dalam proses pembelajaran ada tiga hal yang saling terkait erat yaitu pendidik, peserta didik dan sumber belajar. Pendidik dalam tugasnya mentransfer ilmu pengetahuan berkewajiban menciptakan suasana belajar yang mampu menarik minat peserta didik. Sementara itu siswa sebagai peserta didik tak jarang terjebak dalam jerat kebosanan karena rutinitas belajar yang monoton terbatas dinding kelas. Bukan tidak mungkin hal ini justru dapat mempersempit wawasan berpikir siswa. Dengan demikian perlu membuat variasi dalam proses pembelajaran.
Sedangkan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan di dalam proses pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran. Ada banyak hal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, jadi tidak hanya terbatas pada buku saja. Intinya segala sesuatu yang berada di luar diri siswa yang dapat mendukung proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai sumber belajar.
Sumber belajar yang paling dekat dan mudah didapatkan adalah lingkungan sekolah. Membawa siswa belajar keluar kelas merupakan satu pembelajaran yang variatif dan inovatif. Hal ini akan memberikan nuansa yang berbeda yang akan mengembangkan imajinasi dan daya pikirnya. Siswa akan berhadapan langsung dengan lingkungan yang dinamis sangat berbeda ketika mereka belajar di dalam ruangan kelas.
Suasana belajar out door ini akan terasa lebih mengasyikkan sehingga dapat meningkatkan gairah dan motivasi belajar siswa. Belajar di luar kelas juga membuat siswa lebih mandiri dan tidak banyak bergantung pada guru dengan mengamati langsung apa yang dipelajarinya di lingkungan.
Pada pembelajaran Biologi dalam materi Kingdom Plantae, tumbuh-tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah menjadi sumber belajar yang langsung dapat diamati siswa. Siswa pun dapat secara langsung mengamati morfologi tumbuhan seperti teori yang telah dipelajarinya di dalam kelas.
Namun, pembelajaran di tempat terbuka ini juga bukan tanpa kendala. Luasnya lingkungan sekolah sebagai sumber belajar terkadang membuat siswa tidak fokus mendengarkan penjelasan guru. Untuk menutup celah ini, sebaiknya guru pun harus bergerak aktif mendampingi mereka dari kelompok yang satu ke kelompok lain.
Sejatinya, selalu ada kelemahan dalam setiap strategi mencapai tujuan pembelajaran. Namun upaya meminimalisir lebih utama dari pada stagnan di zona nyaman.
#edisibelajardarilingkungan#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Referensi pendukung :
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 9 Februari 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan