Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Makan Tumpah Mengumpulkan yang Terserak
Kepala sekolah SMA Negeri 14 Medan, Eva Fitra, S.Pd., M.Si., bersama dewan guru dalam suasana makan tumpah yang seru. (Sumber : RaRa)

Makan Tumpah Mengumpulkan yang Terserak

Berawal dari niat seorang rekan guru yang tulus ikhlas menyumbangkan 50 kg udang grade A, tentu saja disambut dengan penuh suka cita oleh dewan guru. Maka direncanakanlah Makan Tumpah.

Makan Tumpah belakangan ini menjadi ngetrend di kota kami yang biasanya digelar sebagai aktivitas makan bersama dengan menu aneka seafood yang ditumpahkan di atas meja. Kenapa ditumpahkan di atas meja ? Bisa jadi karena biasanya makan seafood agak ribet apalagi jika di dalam menu ada jenis kepiting ataupun kerang yang harus dikupas saat memakannya, maka butuh wadah yang banyak.

Dengan demikian makan seafood yang ditumpahkan menjadi lebih kepo tambah lagi dilakukan ramai-ramai. Semakin bertambah keseruannya. Mengenai rasa, lebih heboh lagi karena semua rasa beradu di dalam satu menu, pedas, asam, asin dan manis. Nano-nanooo. Hihihi. Mungkin dikarenakan keseruannya ini sehingga memunculkan sensasi rasa yang super duperrr.

Gercep, begitu istilah sekarang. Persiapan ke arah itu pun dilakukan. Dengan segera di WA grup guru pun dibagikan daftar tentang apa saja yang diperlukan untuk pelaksanaan hajatan tersebut. Notifikasi pun terus berbunyi menandakan respon yang terus mengalir. Finally, bahan-bahan yang dibutuhkan terpenuhi. Hanya tinggal menunggu hari H untuk eksekusi. Hal penting yang dapat diambil dari perhelatan ini adalah kebersamaan.

Dalam sebuah penelitian oleh psikolog evolusi dari Oxford, Robin Dunbar, mengeksplorasi konteks yang lebih luas tentang makan. Melansir Pyschology Today, Robin berpendapat bahwa makan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi saja, namun merupakan bentuk penting dari interaksi sosial. Ya, makan bersama teman dan kerabat bisa jadi menyenangkan dan merupakan bentuk interaksi sosial yang positif. Robin pun menemukan bahwa makan merupakan sumber kebahagiaan bagi manusia. Dia menyarankan agar budaya makan bersama patut dipertimbangkan. Entah itu sekadar di kedai kopi, kantin, atau di meja makan bersama keluarga dan teman-teman.

Naah.., ternyata apa yang dilakukan oleh guru-guru SMA Negeri 14 ini adalah suatu bentuk kebersamaan yang menjadi kebutuhan seperti halnya teori psikologi di atas. Bahwa ada kebahagiaan yang didapat dari kebersamaan ini. Dengan makan bersama akan membantu setiap orang dalam mengembangkan keterampilan sosial yang baik. Selain itu akan meningkatkan empati terhadap orang lain dan tidak hanya fokus pada diri sendiri.

Tanpa kebersamaan acara ini tak kan mungkin terlaksana. Maka berhasil dan suksesnya Makan Tumpah di SMA Negeri 14 adalah cerminan bahwa kebersamaan yang kuat telah berhasil mengumpulkan hati yang terserak. Bak kata pepatah, rambut sama hitam namun isi kepala berbeda-beda. Asalkan bisa berdamai dengan hati, pemikiran yang berbeda akan menjadi khazanah indah bagaikan aksesoris yang dipakai gadis belia.

Tak ada hal paling penting di dalam sebuah tim kecuali kesatuan yang utuh. Bisa duduk makan bersama merupakan gambaran bahwa pikiran yang berbeda tak menjadi kendala. Justru menjadi pernak pernik yang indah. Taraaaa.., makan tumpah pun menjadi nikmat tiada dua.

Ternyata teori psikologi di atas terbukti kebenarannya, karena setelah selesai makan ada yang komen : “Lain waktu kita buat lagi..yaa.” Lantas.., ada yang menyahuti : “Dengan menu yang beda doong...” Hehehe.

Semoga kebersamaan ini tetap terjaga dan kita semua sehat-sehat selalu serta senantiasa di dalam lindungan-Nya.

Aamiin.

#edisikuatkanhati#

#edisibacalingkungan#

#edisiindahnyakebersamaan#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 4 Februari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post