Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pecah Piring Permainan Tradisional yang Pecah Serunya
Siswa kelas XII MIPA6 SMA Negeri 14 Medan sedang serunya bermain pecah piring.

Pecah Piring Permainan Tradisional yang Pecah Serunya

Sambil berjalan menuju ke ruang guru, penulis menikmati pemandangan seru di lapangan. Serasa tak asing dengan gerakan lincah yang dilakukan oleh siswa kelas XII MIPA6. Jelas terlihat keseruan memenuhi lapangan. Gesit sekali mereka berlarian berusaha menghindari bola mengenai tubuh mereka atau berusaha menyusun piring-piring yang terserak. Tak jarang terdengar suara tawa yang lepas. Tak bisa kutahan kakiku berbelok mendekati lapangan. "Ini permainan pecah piring kan.., Kak?" Tanyaku pada beberapa siswa di tepi lapangan. "Ayo.., Kak. Fotokan mereka," pintaku sambil menunjuk ke tengah lapangan.

Permainan pecah piring adalah permainan tradisional anak-anak di Medan yang kini sudah jarang dilakukan. Bisa jadi karena lapangan yang sudah mulai menghilang ataupun karena gadget yang menguasai dunia anak-anak. Permainan ini sangat seru. Sesuai dengan namanya pecah piring maka ada tumpukan benda yang disusun di tengah lapangan yang disebut sebagai piring. Benda yang disebut sebagai piring ini bisa berupa tumpukan pecahan keramik lantai, pecahan asbes, tutup botol, tempurung kelapa, atau benda lainnya. Tumpukan inilah yang akan dipecahkan. Biasanya dengan menggunakan bola kasti atau yang paling sederhana dengan plastik yang digulung menggumpal dan diikat karet gelang. Jadi, permainan ini dapat dibuat dengan benda-benda yang ada di sekitar tanpa modal besar namun keseruannya luar biasa.

Seberapa tinggi susunan piring, tergantung kesepakatan pemain. Namun biasanya semakin tinggi tumpukannya akan semakin asyik dan seru untuk memecahkannya. Permainan yang sudah terkikis oleh zaman dan tergilas kemajuan teknologi ini, sebenarnya sangat sederhana memainkannya. Para pemain dibagi menjadi dua tim. Ada tim yang menjadi pemecah susunan piring dan tim lainnya akan berjaga.

Anggota tim pemecah bergantian melemparkan bola ke arah susunan "piring" dari garis batas yang sudah ditentukan. Jika tidak ada yang berhasil memecahkannya, giliran tim lain yang menjadi pemecah.

Tetapi bila susunan berhasil dipecahkan, tim pemecah akan berusaha menyusunnya kembali untuk memenangkan permainan. Namun hal ini tidak mudah, karena setelah "piring" berantakan, bola menjadi hak kelompok bertahan yang akan berusaha melempar anggota kelompok lawan yang tengah berusaha menyusun kembali "piring" yang berserakan.

Jika anggota tim pemecah terkena bola, posisi berganti. Tim bertahan menjadi kelompok yang berhak menyusun "piring". Tim yang berhasil menyusun kembali semua pecahan itu kembali seperti semula akan memenangkan permainan.

Advertisement

Sejatinya, permainan tradisional pecah piring perlu dikenalkan pada generasi muda dan dilestarikan. Mengingat olah raga ini selain menyehatkan tubuh karena membutuhkan gerakan yang gesit dan dinamis, juga membutuhkan kerja sama tim yang baik. Dengan demikian melaui olah raga ini akan diperoleh tubuh yang sehat dan jiwa yang kuat.

#bangunlahjiwanyabangunlahraganya#

#senantiasajagakesehatan#

#lestarikanpermainantradisional#

#membcamenambahilmumenulismengikatilmu#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 8 Februari 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post