Apa, Mengapa dan Bagaimana Kurikulum Merdeka (3)
Meski Kurikulum Merdeka telah diluncurkan di awal tahun 2022, namun pemerintah belum mewajibkan semua sekolah untuk mengimplementasikannya. Hal ini tentunya tergantung pada kesiapan sekolah yang berbeda-beda. Jika sekolah dirasa telah mampu baik secara infrastruktur maupun sumber daya manusianya maka bisa mengimplementasikan kurikulum ini.
Pengimplementasian kurikulum merdeka di sekolah-sekolah dapat dengan cara memilih salah satu dari tiga tingkatan opsi tergantung pada situasi dan kondisi satuan pendidikan, yaitu :
· Mandiri Belajar
Pada opsi ini sekolah masih menggunakan srtuktur Kurikulum 2013, namun menerapkan beberapa prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.
· Mandiri Berubah
Di sini, satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen.
· Mandiri Berbagi
Pada level ini, satuan pendidikan menggunakan struktur Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan kurikulum satuan pendidikannya dan menerapkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen dengan komitmen untuk mengembangkan praktik-praktik baiknya kepada satuan pendidikan lain.
Sejatinya segala sesuatu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, Kurikulum Merdeka memiliki karakteristik yang dapat mendukung pemulihan pembelajaran yang selama ini tertinggal, antara lain :
· Kurikulum Merdeka mengutamakan pembelajaran dengan strategi berbasis proyek. Di mana peserta didik akan dapat mengembangkan soft skills dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Peserta didik akan mengimplementasikan materi yang dipelajari melalui proyek ataupun studi kasus. Proyek yang dinamai dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini, bersifat lintas mata pelajaran. Dengan proyek ini peserta didik akan melakukan observasi dan memberikan solusi nyata terhadap masalah tersebut.
· Kurikulum Merdeka fokus pada materi esensial sehingga ada cukup waktu untuk pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan nyata dan membuka ruang diskusi sehingga mengasah ketajaman wawasan dan membangun kreativitas.
· Pada Kurikulum Merdeka guru lebih fleksibel untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan muatan lokal.
Bersambung...
#merdekabelajarmerdekamengajar#
#belajarsepanjanghayat#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 5 Juni 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
