Raihana Rasyid

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Gallery Walk Ala  X-3  SMA Negeri 14 Medan
Suasana gallery walk di kelas X-3 SMA Negeri 14 Medan dalam mata pelajaran BIOLOGI pada materi KEANEKARAGAMAN HAYATI.

Gallery Walk Ala X-3 SMA Negeri 14 Medan

Ada banyak metode pembelajaran yang dapat dilakukan guru di dalam kelas. Terutama tentunya bagaimana metode itu dapat memantik semangat siswa dalam belajar. Menebas belantara kebosanan yang sering menjerat siswa menjadi prioritas utama agar siswa senantiasa tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran. Meski pastinya setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, namun menciptakan kelas yang penuh semangat adalah niscaya.

Gallery Walk menjadi salah satu opsi dari sekian banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk menghidupkan semangat di dalam proses pembelajaran. Merujuk dari asal katanya, ada dua kata yaitu gallery yang berati pameran sedangkan walk artinya berjalan. Dengan demikian gallery walk didefenisikan sebagai suatu metode pembelajarah yang menuntut siswa untuk memamerkan (memajangkan) hasil-hasil temuannya di depan kelas baik berupa tulisan, gambar ataupun daftar-daftar. Dengan demikian siswa lain akan dapat melihat hasil kerja mereka secara langsung dan dapat mendiskusikan hal tersebut untuk menguatkan pemahamannya sehingga siswa dapat saling mengisi kekurangan yang satu dengan yang lain. Berikutnya guru dapat menyimpulkan pelajaran bersama siswa dan meluruskan hal-hal yang sekiranya menyimpang dari pemahaman yang seharusnya.

Gallery walk sebagai metode pembelajaran dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

· Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan jumlah anggota berkisar 2 – 4 orang. Hindari jumlah anggota yang terlalu banyak karena akan membuat sebagian siswa menjadi pasif dan menggantungkan diri pada temannya.

· Membagikan sticky note, karton, gambar atau perlengkapan lainnya kepada setiap kelompok.

· Guru menentukan topik materi pelajaran.

· Setiap kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan materi pelajaran.

· Setiap anggota kelompok menuliskan temuannya pada sticky note ataupun gambar dan daftar-daftar.

· Kemudian masing-masing kelompok akan memajang hasil kerjanya di depan kelas.

· Tiap-tiap kelompok akan berjalan berkeliling mengamati hasil kerja kelompok lain.

· Setiap kelompok memiliki kesempatan untuk bertanya mengenai hasil kerja kelompok lain yang dipajang di depan kelas.

· Masing-masing anggota kelompok bersiap-siap untuk menjawab pertanyaan dari kelompok lain.

· Pada akhir gallery walk guru memberikan klarifikasi jika ada kesalahan dan bersama dengan siswa membuat kesimpulan.

Selama gallery walk berlangsung, di antara siswa terjadi sinergi yang baik untuk saling menguatkan pemahaman mengenai materi pelajaran. Siswa juga tidak bergantung sepenuhnya kepada guru melainkan akan menumbuhkan kepercayaan dirinya dengan berpikir dan bekerja mandiri dalam menemukan informasi dari berbagai sumber. Selain itu metode ini juga dapat membangun budaya kerja sama siswa untuk memecahkan masalah dalam belajar. Dengan gallery walk siswa menjadi aktif baik secara fisik maupun mental. Metode pembelajaran ini juga mengajarkan siswa untuk menghargai pendapat orang lain, terbiasa bernalar kritis dan dapat menerima kritikan dari orang lain. Tentunya gallery walk dapat berjalan dengan baik menuntut perhatian ekstra dari guru dan kecermatan dalam memantau keaktifan individu maupun kelompok.

Berbeda dengan gallery walk sebagaimana dijelaskan di atas, di kelas X-3 SMA Negeri 14 Medan penulis menggunakan gallery walk sederhana tanpa sticky note ataupun gambar-gambar. Di awal pembelajaran, penulis menggambar denah posisi duduk siswa di papan tulis. Masing-masing siswa diwajibkan membaca materi pelajaran saat itu yaitu Keanekaragaman Hayati.

Kemudian setiap siswa harus menuliskan satu kata temuannya pada kolom denah tempat duduknya di papan tulis. Sehingga guru akan dengan mudah memantau siswa yang tidak menuliskan temuannya jika kolomnya kosong. “Ayoo.., ini kolom yang masih kosong milik siapa?” Penulis bertanya untuk memotivasi agar pemilik ruang kosong segera menuliskan temuannya. Ternyata pertanyaan ini mampu membangkitkan semangat kompetitif siswa.

Setelah semua siswa mengisi kolomnya masing-masing, forum diskusi pun dibuka. Penulis meminta siswa untuk melihat kolom-kolom yang sudah terisi di papan tulis dan mengajukan pertanyaan dengan memilih salah satunya. Hal ini membuat setiap anak harus bersiap-siap jika kolomnya yang terpilih untuk didiskusikan. Pertanyaan akan dijawab oleh siswa pemilik kolom. Plus minus jawaban yang diberikan siswa menjadi tugas guru untuk merangkumnya bersama siswa. Begitu seterusnya. Kolom yang sudah ditanyakan diberi tanda agar tidak terjadi pengulangan.

Meski sangat sederhana, penulis melihat antusias anak-anak selama pembelajaran. Tak membutuhkan peralatan yang memakan biaya. Karena memang kita harus jeli memperhitungkan masalah biaya ini. Guru harus pula piawai untuk menekan seminim mungkin penggunaan dana dalam setiap metode pembelajaran yang digunakan. Sejatinya, dibutuhkan kreativitas dalam menemukan metode pembelajaran yang mengasyikkan.

Semoga menginspirasi.

#merdekabelajarmerdekamengajar#

#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#

#belajarasyikdanmenyenangkan#

Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 31 Juli 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post