Kompetitif Negatif
Untuk menutup materi pelajaran Keanekaragaman Hayati pada pelajaran Biologi di kelas X, penulis membuat permainan Teka Teki Silang. Ini adalah salah satu upaya penguatan materi yang sudah diberikan dengan suasana belajar yang menyenangkan.
Beberapa waktu berselang setelah peraturan permainan dijelaskan, setiap kelompok terlihat asyik mencari jawaban untuk diisikan pada lembar TTS. Suasana menjadi memanas ketika ada kelompok yang dengan semangatnya berseru : “Kelompok kami tinggal satu lagi yang belum dijawab, Bu.” Tentunya seruan ini menjadi pemantik bagi kelompok lain untuk secepat mungkin bisa menyelesaikan permainan ini. “Ayo.., cepat. Satu lagi.., satu lagi.” Jelas terdengar suara menyemangati teman-teman sekelompoknya. Suasana terasa semakin kompetitif jadinya.
Hal ini wajar terjadi, karena secara alamiah setiap manusia memiliki sifat kompetitif di dalam dirinya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kompetitif adalah berhubungan dengan kompetisi atau persaingan atau bersifat kompetisi atau persaingan. Selama masih tetap bisa menjaga nilai-nilai positif artinya tidak berlaku curang, kompetitif sah-sah saja. Kompetitif yang terjaga akan melatih anak memiliki daya saing yang tinggi dan penuh semangat juang untuk menuntaskan tugas-tugasnya. Jiwa kompetitif ini merupakan salah satu ciri-ciri yang harus dimiliki anak untuk meraih kesuksesannya.
Di tengah situasi dan kondisi yang semakin kompetitif, ternyata ada beberapa siswa yang ingin unggul namun dengan cara yang salah sehingga menjadi kompetitif negatif. Penulis melihat dengan jelas bagaimana ia berjalan dari satu kelompok ke kelompok yang lain untuk “menyontek” jawaban. Sementara teman-temannya tidak menyadari akan hal itu karena asyik mencari jawaban. Mungkin tidak merasa kalau itu bukan teman sekelompoknya.
Mengawasi dengan cermat hal-hal seperti ini menjadi bagian yang penting dari peran guru saat permainan berlangsung. Diam-diam penulis mendekati si siswa curang, menarik tubuhnya secara perlahan ke belakang. Ekspresi mata terbelalak tanda tak setuju dengan kecurangan yang dilakukannya pun tergambar di wajah ini. Ia pun tersipu malu sambil cengengesan kembali ke kelompoknya. Namun tak hanya satu orang, di pojok lain hal serupa juga terjadi. Tentunya hal ini tak bisa dibiarkan begitu saja. Bimbingan dan arahan kiranya harus disampaikan.
Sejatinya situasi yang kompetitif merupakan situasi di mana orang-orang saling berlomba dan bersaing sehingga dapat unggul dari yang lain untuk mencapai satu hal yang sama. Sifat kompetitif ini sangat baik dimiliki karena dapat memotivasi seseorang untuk senantiasa melakukan perbaikan dan peningkatan dari prestasi yang dimiliki. Meski demikian, sifat kompetitif yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan seseorang cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Apa yang dilakukan siswa tadi adalah salah satu contohnya.
Kompetitif negatif tentunya berseberangan dengan Profil Pelajar Pancasila. Bimbingan dan arahan agar siswa tak larut dalam kompetitif negatif wajib dilakukan. Memberikan pemahaman bahwa tidak semua hal dapat diraih dan berjalan sesuai dengan keinginan kita. Menyadari bahwa manusia terlahir dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Menanamkan ke dalam diri siswa bahwa keberhasilan tidak boleh diraih dengan merampas hak orang lain. Mengajak siswa untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah dicapai dan melakukan evaluasi terhadap kegagalan selama ini. Siswa harus terbiasa turut berbahagia serta lapang dada melihat keberhasilan orang lain.
#profilpelajarpancasila#
#gulmaselalutumbuhbersamatanamanpadi#
#membacamenambahilmumenulismengikatilmu#
Langit Biru di Sekolahku, SMA Negeri 14 Medan, 1 Agustus 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
